Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Pemahaman Kebangsaan bagi Generasi Muda, MPR RI Gagas Sekolah Pilar Muda

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 09:53 WIB | Oleh:
Perkuat Pemahaman Kebangsaan bagi Generasi Muda, MPR RI Gagas Sekolah Pilar Muda Doc: istimewa
Ket. Sosialisasi empat pilar di Sumbawa, NTB.

SUMBAWA - Dalam upaya memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda, MPR RI terus melakukan berbagai pendekatan yang lebih inovatif dan partisipatif. 
Berangkat dari hasil evaluasi kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI Johan Rosihan bersama lembaga penelitian MY Institute menggagas sebuah program pendidikan kepemudaan yang diberi nama Sekolah Pilar Muda.

Program ini lahir dari refleksi terhadap berbagai kegiatan sosialisasi kebangsaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa. Pada Desember 2025, kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI dilaksanakan di beberapa titik yang melibatkan pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, komunitas pemuda, serta berbagai unsur masyarakat. Dalam kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan penyampaian materi mengenai nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga dilakukan survei evaluasi kepada para peserta untuk mengetahui bagaimana generasi muda memandang kegiatan sosialisasi tersebut.

Hasil evaluasi menunjukkan temuan yang cukup menarik. Para peserta pada umumnya menyatakan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap dianggap penting bagi generasi muda. Namun mereka juga menyampaikan bahwa metode sosialisasi yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat satu arah. Para peserta menginginkan kegiatan kebangsaan yang lebih partisipatif, dialogis, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat secara langsung dalam aksi sosial di masyarakat.

Banyak responden juga mengusulkan agar kegiatan kebangsaan dikaitkan dengan persoalan nyata yang mereka hadapi di daerah masing-masing, seperti isu lingkungan, ketahanan pangan, dan berbagai persoalan sosial di tingkat lokal. Generasi muda tidak hanya ingin memahami nilai-nilai kebangsaan secara teoritis, tetapi juga ingin mempraktikkannya melalui kegiatan nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Berangkat dari aspirasi tersebut, Johan Rosihan, bersama MY Institute kemudian merancang sebuah program pendidikan kepemudaan yang tidak hanya berfungsi sebagai forum sosialisasi kebangsaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, diskusi, dan aksi sosial bagi generasi muda. Program tersebut kemudian dikenal dengan nama Sekolah Pilar Muda.

Sekolah Pilar Muda dirancang sebagai program pendidikan kepemudaan berbasis komunitas yang mengintegrasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dengan pengembangan kepemimpinan dan gerakan sosial pemuda. Program ini tidak hanya menekankan pemahaman terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga mendorong generasi muda untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam bentuk aksi nyata di masyarakat.

Dalam konsepnya, Sekolah Pilar Muda nantinya menempatkan pemuda sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran kebangsaan. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih untuk membaca persoalan sosial di daerahnya, merumuskan gagasan solusi, serta mengembangkan berbagai inisiatif sosial yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Program ini menyasar pelajar dan pemuda berusia 15 hingga 24 tahun dari seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Peserta berasal dari berbagai sekolah, komunitas pemuda, serta kelompok masyarakat yang memiliki minat terhadap isu-isu sosial dan kebangsaan. Melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan sejak Februari hingga Maret 2026, informasi mengenai Sekolah Pilar Muda diperkenalkan kepada para pelajar di berbagai sekolah di wilayah Sumbawa, mahasiswa di lingkungan kampus, serta komunitas pemuda dan kelompok lintas agama di masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Pilar Muda dirancang melalui beberapa tahapan seleksi dan pembelajaran yang cukup komprehensif. Tahap pertama dimulai dengan proses pendaftaran terbuka bagi pemuda di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Peserta yang ingin mengikuti program ini diwajibkan mengirimkan berkas administrasi serta karya tulis berupa esai yang memuat gagasan dan analisis mereka mengenai persoalan sosial di daerah masing-masing.

Esai tersebut tidak hanya berisi opini pribadi, tetapi juga harus disusun berdasarkan hasil diskusi atau wawancara dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, ataupun komunitas lokal di sekitar peserta. Dengan cara ini, peserta didorong untuk memahami persoalan sosial secara langsung dari masyarakat serta belajar merumuskan gagasan solusi yang relevan dengan kondisi daerah.

Tema esai yang ditawarkan dalam program ini berkaitan dengan berbagai isu strategis di Kabupaten Sumbawa, seperti persoalan lingkungan dan alam, ketahanan pangan dari perspektif generasi muda, serta gerakan kepemudaan dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat. Tema-tema tersebut dipilih karena dianggap dekat dengan kehidupan generasi muda sekaligus relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Setelah tahap pendaftaran dan pengumpulan berkas selesai, panitia kemudian melakukan seleksi administrasi dan penilaian terhadap karya tulis yang telah dikirimkan oleh para peserta. Dari tahap ini akan dipilih sejumlah peserta terbaik dari berbagai wilayah yang kemudian diundang untuk mengikuti tahap wawancara.

Seleksi wawancara dilakukan untuk menilai lebih jauh kualitas gagasan peserta, pemahaman mereka terhadap isu sosial, kemampuan berpikir kritis, serta komitmen sosial yang dimiliki. Selain itu, aspek kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta kemampuan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian.

Peserta yang berhasil melewati tahap seleksi wawancara kemudian ditetapkan sebagai peserta Sekolah Pilar Muda dan diundang untuk mengikuti kegiatan karantina pendidikan kepemudaan yang berlangsung selama lima hari nantinya di Sumbawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

47 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.