Perkuat Konektivitas Digital Nasional, PII Dukung Proyek Satelt
📅 Kamis, 11 Des 2025, 16:10 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
CIKARANG – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan mempertegas komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia melalui penyediaan Penjaminan Pemerintah untuk Proyek Satelit Multifungsi (SMF) atau SATRIA 1 di mana perjanjian penjaminan telah dilaksanakan pada tahun 2019 lalu.
Proyek yang mulai beroperasi di awal 2024 tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor telekomunikasi yang diinisiasi oleh BAKTI Komdigi sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Badan Usaha Pelaksana PT Satelit Nusantara Tiga (SNT). Komitmen dalam mendukung proyek strategis nasional tersebut disampaikan oleh pihak PT PII, BAKTI Komdigi serta PT SNT dalam kegiatan Kunjungan Kerja Media PT PII bersama Kementerian Keuangan RI ke Stasiun Satelit SATRIA 1 Cikarang pada hari Rabu (10/12).
Plt Direktur Utama PT PII Andre Permana menyampaikan bahwa sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI, pihaknya senantiasa berkomitmen dalam melaksanakan mandatnya sebagai Badan Usaha Penjamin Infrastruktur yang mendukung percepatan pembangunan berkelanjutan melalui skema pembiayaan kreatif, khususnya Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), skema yang telah dijalankan untuk proyek Satelit Multifungsi Pemerintah (SATRIA 1).
“Lewat dukungan yang kami berikan dalam memberikan penjaminan pemerintah serta capacity building terkait proyek KPBU Satria 1 ini, kami berharap dapat memberikan dampak optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, diantaranya dapat memperkuat kepercayaan pasar melalui adanya penjaminan, sehingga investasi pada sektor telekomunikasi ini semakin kuat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, dukungan ini kami harapkan juga mampu memberikan dampak yang lebih luas lagi kepada masyarakat melalui kehadiran konektivitas jaringan digital yang andal dan inklusif di seluruh Indonesia, sejalan dengan perluasan akses digital nasional,” kata Andre dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
SATRIA 1 merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang menyediakan satelit berkapasitas 150 Gbps untuk memperkuat konektivitas digital, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta lokasi prioritas layanan publik. Dengan total investasi sekitar Rp 6,42 triliun dan skema Build–Operate– Transfer (BOT), proyek ini dilaksanakan oleh PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP), dengan Kementerian Komunikasi dan Digital selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dimana sebagian wewenangnya didelegasikan kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).
Sebaiknya Anda baca juga:
Andre juga mengatakan bahwa penjaminan yang diberikan PT PII menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong keberhasilan proyek SATRIA 1 dalam mendapatkan dukungan pembiayaan internasional.
“Peran PT PII adalah memastikan proyek strategis nasional memiliki struktur risiko yang kuat dan kredibel. Melalui penjaminan pemerintah yang kami kelola secara profesional, dapat mendorong proyek SATRIA 1 dapat beroperasi dan bermanfaat besar bagi masyarakat. Ini adalah bukti bagaimana fiscal tools Pemerintah mampu mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia,” ujar Andre.
Ia menambahkan bahwa penjaminan bukan hanya instrumen untuk mengurangi risiko pembiayaan, tetapi juga bagian dari mandat PT PII dalam menghadirkan layanan publik yang lebih inklusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“SATRIA 1 bukan sekadar proyek satelit, tetapi fondasi pemerataan layanan internet untuk Sekolah, Puskesmas, Kantor pemerintah daerah, hingga fasilitas pertahanan terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Dengan monitoring yang ketat, kami memastikan proyek ini berjalan dengan kepastian, keberlanjutan, dan tata kelola risiko yang baik,” pungkas Andre.
Sebagai informasi, sampai dengan 7 Desember 2025, SATRIA 1 telah menghubungkan 30.017 titik layanan publik di seluruh Indonesia, termasuk sekolah, puskesmas, fasilitas pemerintahan, dan titik pertahanan-keamanan dengan kecepatan internet up to 10 Mbps/lokasi. Selain itu, Infrastruktur pendukung proyek SATRIA 1 dilengkapi dengan 11 gateway yang tersebar di Batam, Pontianak, Banjarmasin, Cikarang, Manado, Ambon, Kupang, Manokwari, Timika, Jayapura, dan Tarakan, yang berfungsi sebagai penghubung utama antara satelit dan jaringan internet nasional.
Kinerja layanan SATRIA 1 menunjukkan hasil sangat baik, dengan Service Level Agreement (SLA) untuk periode Mei 2024 hingga Agustus 2025 mencapai lebih dari 99,5%, melampaui standar minimum yang dipersyaratkan.
Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar menyampaikan pihaknya senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan infrastruktur TIK di seluruh Indonesia dan Penyediaan SATRIA 1 merupakan salah satu wujud konkret komitmen Komdigi dalam memperkuat konektivitas nasional di lokasi layanan publik. Kehadiran SATRIA 1 diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, pemerintah serta mendorong percepatan transformasi digital yang inklusif di seluruh Indonesia.
"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak khususnya kepada Kementerian Keuangan, PT PII dan PT Satelit Nusantara Tiga selaku Badan Usaha Pelaksana SATRIA 1 atas kerjasama yang baik dalam memastikan terselenggaranya proyek SATRIA 1 hingga layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), Heru Dwikartono menyampaikan Proyek Strategis Nasional pembangunan SATRIA-1 merupakan komitmen PSN Grup dalam menyediakan akses internet serta memperkuat konektivitas hingga ke pelosok Indonesia guna mendorong percepatan transformasi digital ditanah air. Sampai saat ini, pemanfaatan layanan internet SATRIA-1 telah dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari pelaku UMKM yang menjalankan usaha secara digital, sekolah-sekolah inpres di daerah, hingga berbagai instansi pemerintahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!