Pengusaha Gula Aren di Kabupaten Lebak Panen Pesanan
📅 Senin, 26 Jan 2026, 05:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antara/mansyur
JAKARTA – Menjelang bulan puasa pesanan atau permintaan konsumen atas gula aren di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai meningkat. Pesanan ini cukup banyak, bahkan naik sampai dua kali lipat. “Pemesannya, kebanyakan adalah pedagang pengecer,” tutur salah seorang penampung gula aren, Fahri (60), yang mangkal di Jalan Sunankalijaga, Rangkasbitung Kabupaten, Lebak, Minggu (25/1).
Selama sepekan terakhir permintaan gula aren meningkat dan kebanyakan konsumen pedagang pengecer dari luar daerah. Para pemesan lebih dulu minta disediakan gula aren karena para pengecer itu memprediksi tiga pekan ke depan harga akan melonjak.
Saat ini, harga gula aren di pasaran pelan-pelan sudah terjadi kenaikan dari sebelumnya 200 ribu per toros atau lima ikat gula aren, namun kini menjadi 250 ribu. Kenaikan gula aren itu akibat dampak permintaan pasar meningkat tajam menjelang bulan puasa.
“Kami sekarang bisa menghasilkan omzet dua kali lipat yang biasanya 15 juta kini menjadi 30 juta per hari,” jelas Fahri. Menurutnya, selama ini, produksi gula aren relatif terpenuhi untuk memenuhi permintaan pedagang pengecer, karena didukung bahan baku melimpah dari nira pohon aren.
Para konsumen gula aren kebanyakan pedagang pengecer dari Rangkasbitung, Serang, Tangerang, dan Bogor. Mereka juga pelaku usaha. Jadi, gula aren untuk bahan pemanis aneka makanan menjelang lebaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Meski permintaan gula aren meningkat, kami yakin masih mampu memenuhinya,” jelas Fahri. Maman (60), penampung gula aren di Pasar Rangkasbitung mengaku bahwa dirinya kewalahan melayani permintaan pasar menjelang puasa karena banyak konsumen datang ke sini.
Gula aren produksi Lebak banyak diminati karena memiliki kelebihan. Salah satunya ini gula aren organic. Jadi dibuat tanpa kimia. Sebab pepohonan nira atau kaung tumbuh di pegunungan dan perbukitan.
Keunggulan gula aren itu dijadikan campuran pemanis aneka kerajinan makanan untuk puasa. Contohnya, kolak, jus hingga produksi dodol dan bolu. “Menjelang puasa kami bisa menghasilkan omzet 20 juta dari sebelumnya 10 juta per hari. Kami kini menyimpan stok 5 ton. Sebelumnya hanya membuat cadangan 3 ton karena permintaan cenderung meningkat,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengatakan, produksi gula aren hingga kini menjadikan unggulan masyarakat di daerah ini dengan jumlah perajin 11.000 unit usaha dan berkembang di 11 kecamatan. Kehadiran usaha produksi gula aren dapat memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami terus melakukan pembinaan agar perajin gula aren bisa bersaing pasar dan menembus pasar domestik hingga mancanegara,” kata Imam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!