Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengawasan Pasokan Logistik di Bandara dan Lima Pelabuhan oleh Karantina Sulut

📅 Senin, 23 Feb 2026, 22:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengawasan Pasokan Logistik di Bandara dan Lima Pelabuhan oleh Karantina Sulut Doc: Antara
Ket. Petugas karantina siaga mengawasi distribusi logistik di bandara dan lima pelabuhan di provinsi tersebut.

Manado - Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Utara, Badan Karantina Indonesia (Barantin) Agus Mugiyanto mengatakan petugas karantina siaga mengawasi distribusi logistik di bandara dan lima pelabuhan di provinsi tersebut.

"Petugas kami siaga pengawasan di Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Manado, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Tahuna, Pelabuhan Siau, hingga Pelabuhan Melonguane,” katanya di Manado, Senin.

Selain jalur logistik rutin, kata dia, petugas karantina juga mewaspadai peningkatan barang bawaan penumpang kapal laut seiring dengan mulai pergerakan mudik lebih awal.

Pejabat karantina di lapangan, kata dia, secara konsisten melakukan pemeriksaan berlapis terhadap setiap komoditas.

Pengawasan tersebut menjadi krusial untuk memitigasi risiko masuknya penyakit lintas wilayah yang dapat mengancam sumber daya alam hayati, terutama saat mobilitas barang mencapai puncaknya di arus mudik nanti.

"Lonjakan lalu lintas komoditas di pelabuhan dan bandara tidak boleh melonggarkan standar biosekuriti," ujarnya.

Balai Karantina Sulut memastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang melintas telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat demi keamanan pangan nasional.

"Hal ini menjadi prioritas utama Karantina Sulawesi Utara dalam memberikan pelindungan maksimal bagi masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi pangan yang aman, sehat, dan bermutu tinggi di seluruh wilayah," ujarnya.

Berdasarkan tren tahunan, Agus menyebutkan periode Ramadhan hingga Idul Fitri selalu diikuti dengan lonjakan frekuensi dan volume pengiriman komoditas bahan pangan.

Data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) di Ramadhan 2025 lalu mencatat adanya peningkatan volume pengiriman.

Komoditas seperti telur sebanyak 746 ton dari bulan biasanya 592 ton atau naik sebesar 26,01 persen sementara frekuensinya naik sebesar 770 kali pengiriman dari bulan biasa 470 kali atau naik 63,83 persen.

Contoh lainnya, komoditas daging sapi sebesar 14,78 ton dari bulan biasanya 13,82 ton atau naik 6,94 persen, di mana frekuensinya meningkat dari 27 kali menjadi 43 kali pengiriman atau sebesar 59,26 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

33 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.