Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kalbar Terapkan Strategi 4K Jaga Daya Beli Masyarakat

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Pemprov Kalbar Terapkan Strategi 4K Jaga Daya Beli Masyarakat Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Antara
Ket. Aktivitas pedagang sayur di Pasar Flamboyan Pontianak

PONTIANAK -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerapkan Strategi 4K dalam pengendalian laju inflasi guna menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Penerapan sinergi 4K yang kita lakukan, yakni kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, kestabilan harga dan komunikasi efektif," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Pontianak, Minggu.

Ria Norsan mengatakan pengendalian inflasi menjadi prioritas pemerintah daerah karena momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti dengan lonjakan permintaan bahan pokok yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga komoditas di pasar.

"Stabilitas harga penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama kelompok berpenghasilan rendah," tuturnya.

Ia menyebutkan sepanjang 2025 inflasi Kalbar berhasil dijaga pada level rendah dan stabil, yakni 1,85 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,92 persen.

Namun, memasuki 2026, tekanan inflasi diperkirakan meningkat. Risiko kenaikan harga diproyeksikan mencapai sekitar 3,33 persen, dipicu gangguan produksi pangan akibat cuaca ekstrem, potensi gagal panen, serta kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, cabai, bawang merah, emas perhiasan, hingga tarif angkutan udara.

Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG/SPPG) turut meningkatkan kebutuhan beras, telur dan daging ayam, sehingga pemerintah perlu memastikan pasokan tetap mencukupi agar tidak memicu gejolak harga.

"Ketersediaan stok harus aman supaya harga tidak melonjak dan membebani masyarakat," tuturnya.

Pemprov juga mengantisipasi potensi kelangkaan energi rumah tangga, terutama LPG 3 kilogram, dengan mengusulkan tambahan distribusi menjelang Ramadhan.

Untuk menjaga kestabilan harga, kepala daerah kabupaten/kota diminta aktif memantau stok dan harga bahan pokok, melakukan langkah pencegahan terhadap potensi kelangkaan, serta memperkuat kerja sama pasokan antarwilayah, khususnya daerah yang mengalami defisit.

Beberapa wilayah seperti Sambas, Kapuas Hulu, Melawi dan Kubu Raya tercatat mengalami kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras dan LPG bersubsidi.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menekankan pengendalian inflasi harus menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan.

Menurut dia, operasi pasar hanya solusi jangka pendek, sedangkan penguatan produksi pertanian dan peternakan menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga.

"Kita perlu meningkatkan kapasitas produksi agar pasokan terjamin. Tanpa itu, inflasi akan terus berulang setiap momen hari besar," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.