Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kalbar Fasilitasi Sertifikasi Halal Pemotongan Hewan

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 15:52 WIB | Oleh:
Pemprov Kalbar Fasilitasi Sertifikasi Halal Pemotongan Hewan Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi halal dalam aktivitas pemotongan hewan guna mewujudkan pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal yang dilaksanakan oleh BI dan Disbunnak Kalbar.

Pontianak -- Dinas Perkebunan dan Peternakan bersama Bank Indonesia (BI) perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan pelatihan dan sertifikasi halal dalam aktivitas pemotongan hewan guna mewujudkan pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal.

"Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan secara tegas menyebutkan bahwa setiap produk hewan yang beredar di wilayah NKRI wajib disertai jaminan halal. Artinya, pelaku usaha pemotongan hewan harus memiliki kompetensi dan sertifikat halal, agar produk yang dihasilkan benar-benar terjamin," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Banter Wahyudi di Pontianak, Kamis.

Dari 14 kabupaten/kota di Kalbar, kata dia, baru tiga daerah yang memiliki Rumah Pemotongan Hewan (RPH) modern yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Ketapang.

Sementara sebagian besar pelaku usaha pemotongan hewan masih menghadapi kendala dalam penerapan sertifikasi halal, antara lain jarak lokasi pelatihan yang jauh, keterbatasan biaya, serta padatnya jadwal kegiatan.

"Melalui pelatihan ini kami berharap para juru sembelih hewan di Kalbar dapat meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, sehingga mampu menghasilkan produk hewan yang sehat sekaligus halal. Peserta di sini adalah garda terdepan dalam mewujudkan pangan halal bagi masyarakat," tuturnya.

Banter mengapresiasi BI Perwakilan Kalbar, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta para mitra penyelenggara yang telah mendukung pelatihan tersebut.

Pada kesempatan yang sama Deputi Kepala Perwakilan BI Kalbar Abidin Abdul Hanif mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi BI, KNEKS, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, BPJPH, serta mitra strategis lainnya dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2025.

"Pelatihan dan sertifikasi juru sembelih halal ini sangat relevan dengan meningkatnya kebutuhan produk halal di masyarakat. Dengan mayoritas penduduk Kalbar beragama Islam, tuntutan terhadap produk halal akan semakin tinggi, dan ini peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah," katanya.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan I 2025 mencapai sekitar lima persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Salah satu komponennya ditopang oleh tingginya konsumsi rumah tangga yang mayoritas membutuhkan produk halal.

"Karena itu sertifikasi halal di sektor pemotongan hewan sangat penting, bukan hanya untuk kepatuhan regulasi, tetapi juga untuk mendukung daya saing ekonomi daerah," kata Abidin.

Fesyar Kawasan Timur Indonesia tahun ini digelar di Kota Pontianak pada 29 Agustus–1 September 2025. Kegiatan tersebut menampilkan produk UMKM, wastra, hingga pangan halal dari berbagai daerah di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.