Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Jateng mulai bangun rumah apung warga terdampak rob Sayung

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 22:40 WIB | Oleh:
Pemprov Jateng mulai bangun rumah apung warga terdampak rob Sayung Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Ket. Proses pembangunan rumah apung bagi warga terdampak rob di Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Semarang -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai membangun rumah apung bagi warga terdampak rob di Dusun Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sebagai salah satu upaya penanganan rob.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Jateng Maharani Tri Hapsari, di Semarang, Jumat, menyampaikan bahwa penanganan rob Demak bukan hanya pengendalian air, tetapi juga menyelesaikan dampak yang lain, seperti permukiman.

"Ada beberapa daerah terdampak bencana rob ini mengakibatkan permukiman terendam dan rumah rusak sehingga Disperakim ikut serta dalam penanganan rob yang telah diinstruksikan gubernur," katanya.

Solusi yang dilakukan adalah memberikan bantuan pembangunan rumah apung di Dusun Timbulsloko, Kecamatan Sayung, serta relokasi.

"Untuk bantuan rumah apung sudah kami mulai hari ini untuk tiga rumah. Prosesnya sudah kami mulai hari ini," katanya.

Ia mengatakan bahwa bantuan rumah apung tersebut akan terus dilakukan secara bertahap dengan target sekitar 110 rumah yang ada di Dusun Timbulsloko.

"Ini akan terus berlanjut sampai total 110 rumah. Tiga rumah di antaranya hari ini sudah kami mulai pembangunannya," kata dia.

Untuk program relokasi juga sudah dimulai untuk dua rumah, yakni ke Desa Blerong dan Tambakroto.

"Program relokasi ini bagi warga yang memiliki lahan sehingga untuk bangunan rumah dari kami. Ini juga berlaku untuk 107 warga yang lain, apakah mau direlokasi atau tetap rumah apung," katanya.

Muslim, salah satu penerima manfaat rumah apung mengaku senang dengan adanya bantuan rumah apung yang sangat bermanfaat untuk menjadikan hidupnya lebih baik dan nyaman.

"Tentu sangat senang, karena dengan rumah apung membuat kami lebih nyaman nantinya," kata dia.

Ia mengatakan bahwa desanya menjadi daerah yang terdampak abrasi. Perlahan, air pasang semakin meninggi hingga pada 2017 sulit diatasi karena air sudah seperti lautan dan merusak rumah-rumah warga.

"Saya sudah meninggikan rumah dengan menguruk itu tiga kali, tetapi akhirnya tergenang lagi. Air itu terus meninggi sampai sekarang," katanya.

Muslim tinggal di sebuah rumah dengan lantai kayu yang membuat keluarganya khawatir jika suatu waktu roboh akibat gelombang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.