Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov DKI Jakarta: Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung akan Jadi Destinasi Wisata Edukatif

📅 Senin, 27 Okt 2025, 14:15 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Jakarta: Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung akan Jadi Destinasi Wisata Edukatif Doc: Nugroho Sejati

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menjadikan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik agar mampu menarik animo pengunjung, khususnya pecinta satwa dan kuliner.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung merupakan bagian dari penataan kegiatan perdagangan yang sebelumnya berada di kawasan Barito, Jakarta Selatan.

Menurut dia, penataan dilakukan untuk memberikan ruang usaha lebih layak dan representatif bagi para pedagang, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman, serta mendukung tata kota yang lebih ramah lingkungan.

"Selama ini, pedagang Barito menempati lokasi sementara dengan fasilitas terbatas. Melalui penataan ini, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya memperbaiki tata ruang kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM," ujar dia, Senin (27/10).

Ia memaparkan, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dibangun di atas lahan yang tertata modern dengan total 125 kios yang terbagi ke dalam beberapa zona sesuai fungsi dan jenis usahanya:

Untuk Zona A (kuliner) terdiri atas 22 kios, Zona B (amfiteater) memiliki 70 tempat duduk, Zona C dan D (pedagang burung dan pakan hewan) sebanyak 74 kios, serta Zona E (parsel dan kuliner tambahan) berjumlah 29 kios.

Lokasi ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, musala, serta area parkir yang luas turut melengkapi kawasan ini. Tidak hanya menjadi tempat berdagang, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung juga menyediakan area pertunjukan seni dan budaya hingga ruang interaksi sosial dan menjadikannya destinasi rekreasi baru yang ramah keluarga.

Dari sisi desain, kawasan ini dibangun dengan konsep higienis, ramah lingkungan, dan ramah keluarga. Sistem sirkulasi udara, kebersihan, dan sanitasi diperhatikan secara menyeluruh agar tercipta lingkungan yang sehat serta nyaman.

Lokasinya ini sangat strategis karena berada di dekat Stasiun KRL Lenteng Agung, serta dilayani oleh berbagai moda transportasi publik seperti Transjakarta rute 4B (Manggarai–UI), D21 (Lebak Bulus–UI), dan Jaklingko 44 (Andara–Lenteng Agung), sehingga mudah dijangkau oleh warga.

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM DKI Jakarta akan melakukan aktivasi kawasan dengan menghadirkan berbagai kegiatan tematik seperti pertunjukan seni budaya, edukasi fauna, roadshow kesehatan hewan, serta event promosi dan komunitas.

"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menarik pengunjung, tetapi juga menjadi ajang promosi bagi para pedagang agar lebih dikenal masyarakat luas," ungkap dia.

Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong sayembara desain gapura Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung sebagai upaya memperkuat identitas kawasan sekaligus melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses branding destinasi baru ini.

Melalui beragam potensi dan fasilitas yang dimiliki, kawasan ini diharapkan menjadi 'New Hidden Gem' bagi warga Jakarta dan wisatawan yang mencari pengalaman kuliner serta interaksi dengan fauna dalam suasana nyaman dan teratur.

Pemprov DKI Jakarta juga memberikan perhatian khusus bagi para pedagang yang berpindah ke lokasi baru ini. Berbagai bentuk pendampingan dan insentif transisi diberikan, di antaranya hak memilih lokasi premium bagi pedagang yang lebih awal bersedia pindah, serta gratis sewa kios selama enam bulan untuk meringankan beban modal awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.