Pemprov DKI Berkomitmen untuk Lestarikan dan Majukan Budaya Betawi
📅 Senin, 02 Jun 2025, 13:35 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Reza Pratama Putra
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Masyarakat Adat Betawi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, penyelesaian Perda tentang Masyarakat Adat Betawi ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 2 tahun 2024.
Hal ini disampaikan Gubernur Pramono di acara Sarasehan III Kaukus Muda Betawi: "Menyongsong 498 Tahun Kota Jakarta Dan Lembaga Adat Masyarakat Betawi Tahun 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (2/6).
"Ini bagian komitmen kita untuk menyelesaikan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. Undang-Undang memerintahkan. Momentumnya kalau tidak sekarang, menurut saya kita akan mengalami kesulitan," ujar Gubernur Pramono.
Salah satu komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Betawi yakni, adanya rencana larangan kesenian ondel-ondel yang dijadikan sebagai alat untuk mengamen. Gubernur Pramono ingin kesenian ondel-ondel lebih dihargai oleh masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Supaya budaya Betawi ini kita naikkan, kita buat menjadi sesuatu budaya yang sangat dihormati oleh siapapun. Bukan kemudian budaya untuk ngamen," kata dia.
Karena itu, ia meminta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta agar memajukan budaya Betawi dengan menampilkannya di sejumlah tempat. Pemprov DKI Jakarta sendiri sebelumnya telah melakukan kerja sama dengan 10 hotel bintang lima untuk turut memajukan kebudayaan Betawi.
Salah satunya yakni di Hotel Borobudur, di mana nantinya akan menyajikan makanan khas Betawi selama dua bulan. Selain itu, ornamen Betawi juga akan ditambahkan di berbagai tempat, seperti di Stadion Tugu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Pramono tak ingin budaya Betawi hanya dijadikan sebagai simbol-simbol saja. Namun juga benar-benar turut disertakan dan ditampilkan di berbagai acara.
Bahkan ia juga meminta agar beberapa nama rumah sakit baru diberi nama dengan unsur tokoh Betawi untuk memperkuat identitas budaya.
"Beberapa nama-nama rumah sakit yang akan kita bangun, saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan diberi nama Betawi, tokoh Betawi," kata dia.
Gubernur Pramono menyampaikan, budaya Betawi menjadi salah satu kekuatan utama bagi Jakarta untuk menuju kota global yang berbudaya.
"Saya memang ingin betul-betul menyelesaikan bahwa lembaga adat Betawi atau ke-Betawian ini kita rancang dengan baik," tegas dia.
Senada, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin juga menegaskan komitmen DPRD untuk memajukan kebudayaan Betawi, salah satunya dengan menyelesaikan Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!