Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Serang Targetkan Kuota Sekolah Rakyat Terpenuhi Akhir Agustus

📅 Senin, 28 Jul 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Pemkot Serang Targetkan Kuota Sekolah Rakyat Terpenuhi Akhir Agustus Doc: antara foto
Ket. Pemeriksaan kesehatan siswa sekolah rakyat di Kota Serang, Banten.

SERANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Provinsi Banten, menggencarkan sosialisasi Program Sekolah Rakyat untuk jenjang SD dan SMP dengan menargetkan seluruh kuota siswa dapat terpenuhi pada akhir Agustus 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Serang Muhammad Ibra Gholibi menyatakan optimistis target tersebut akan tercapai seiring dengan upaya sosialisasi yang terus dilakukan kepada masyarakat luas di wilayahnya.

“Kami sangat berharap dan terus berupaya. Mudah-mudahan akhir Agustus nanti semua kuota bisa penuh,” kata Ibra di Kota Serang, Senin (28/7).

Ibra merinci progres pendaftaran hingga saat ini menunjukkan animo yang cukup baik dari masyarakat. Tercatat, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) telah terdaftar 14 siswa, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 24 siswa, dan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 19 siswa.

“Program Sekolah Rakyat ini dirancang dengan kapasitas yang telah ditentukan. Masing-masing jenjang, baik SD dan SMP kami siapkan kuota sebanyak 50 siswa,” jelasnya.

Nantinya, kata dia, para siswa yang terdaftar dalam program ini akan melangsungkan kegiatan belajar di lokasi yang representatif untuk menunjang pendidikan mereka.

“Rencananya, kegiatan belajar untuk siswa SD dan SMP akan dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBLKI) Kota Serang,” ungkapnya.

Sementara itu untuk siswa jenjang SMA, Dinsos Kota Serang telah menyiapkan program khusus yang berorientasi pada pengenalan dunia kerja.

“Sebagai langkah awal, kami berencana mengantar 19 siswa SMA tersebut untuk melakukan pembelajaran di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) di Serpong, Tangerang, pada hari Kamis mendatang," ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya dugaan kasus pelecehan seksual Gubernur Banten Andra Soni mengakui sistem pengawasan terhadap satuan pendidikan di daerahnya masih lemah dan berjanji segera melakukan perbaikan dengan pendekatan menyeluruh dan transparan.

“Satuan pendidikan kita pengawasannya masih lemah, dan salah satu tujuan meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan melakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan ke depan,” ujar Andra Soni di Kota Serang, Rabu terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswa di SMAN 4 Kota Serang.

Andra mengatakan telah memerintahkan Sekretaris Daerah dan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Banten untuk segera menindaklanjuti kasus ini tanpa ada yang ditutupi.

Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penanganan perkara yang melibatkan anak. “Saya juga sudah memanggil Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan meminta Pelaksana tugas Dinas Pendidikan untuk mengawal proses ini sebaik-baiknya, transparan,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa korban mendapatkan pendampingan psikologis dan bantuan hukum. “Kami akan melakukan bantuan kepada korban dan keluarga. Bantuan psikologis, pendampingan psikologis maupun pendampingan hukum,” jelas Andra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.