Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Malang Perkuat Gerakan Pangan Murah untuk Stabilisasi Harga

📅 Senin, 16 Okt 2023, 17:12 WIB | Oleh:
Pemkot Malang Perkuat Gerakan Pangan Murah untuk Stabilisasi Harga Doc: ANTARA/HO-Prokopim Setda Kota Malang.
Ket. Penjabat (Pj) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kanan) pada saat meninjau salah satu stan bahan kebutuhan pokok dalam Gerakan Pangan Murah di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (16/10).

MALANG - Pemerintah Kota Malang menguatkan Gerakan Pangan Murah dalam upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok penting masyarakat di wilayah tersebut, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, mengatakan bahwa fenomena alam seperti El Nino, turut menjadi faktor penyebab menurunnya tingkat produksi bahan pangan khususnya beras.

"Fenomena alam El Nino ini sedang mengancam dan kita tidak tahu kapan akan selesai, imbasnyapada produksi bahan kebutuhan pokok khususnya produksi pangan beras," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan dengan penurunan produksi tersebut, berimbas pada ketersediaan bahan pokok penting di pasar sehingga memunculkan spekulasi fluktuasi harga. Hal tersebut, harus diantisipasi supaya tidak ada gejolak yang terjadi di pasar.

Salah satu bentuk langkah antisipasi tersebut, lanjutnya, Dinas Ketahanan Pangan Kota Malang bekerja sama dengan Perumda Tunas, Perum Bulog, Rajawali Nusantara Indonesia dan beberapa produsen melaksanakan Gerakan Pangan Murah di wilayah tersebut.

"Pekan lalu, saya sudah menyampaikan harus secara berkala mengadakan kegiatan seperti ini. Tujuannya untuk stabilisasi harga dan ini bentuk intervensi," katanya.

Ia menambahkan upaya tersebut merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang untuk menjaga stabilitas harga dan tidak terjadi gejolak di pasar rakyat, akibat dampak dari fenomena El Nino.

"Ini yang bisa kita lakukan untuk menjaga harga sehingga tidak terjadi gejolak di pasar. Karena, kemampuan atau daya beli masyarakat sesuai dengan harga yang ada di pasar," tambahnya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan stok bahan pokok penting, karena semua dalam kondisi relatif aman. Pada Gerakan Pangan Murah tersebut, sejumlah komoditas penting dijual di bawah harga pasar.

Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dijual pada Gerakan Pangan Murah tersebut di antaranya beras, telur, termasuk sejumlah produk buatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan bahan penting lainnya.

"Saya sudah cek, selisih harga di kisaran Rp3.000 sampai Rp4.000, itu angkanya lebih rendah dari harga pasar. Saya juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak panik karena stok bahan pokok relatif aman namun harga perlu dikendalikan,," tambahnya

Gerakan pangan murah tersebut akan dilaksanakan setiap sebulan sekali, dan diharapkan semakin banyak produsen yang bekerja sama sehingga mampu memberikan penekanan ketersediaan barang dan kestabilan harga di pasar.

"Harapannya ini bisa dilakukan setiap sebulan sekali, dan kedepannya semoga semakin banyak sumber-sumber yang bisa kita manfaatkan dari para produsen sehingga harga-harga di Kota Malang bisa terkendali," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.