Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemilih Pemula Jadi Penentu Pilpres 2024

📅 Senin, 03 Jul 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Pemilih Pemula Jadi Penentu Pilpres 2024 Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ket. DPT PEMILU 2024 I Ketua KPU Hasyim Asy’ari (tengah), didampingi Anggota KPU Mochammad Afifuddin dan Betty Epsilon Idroos menggelar rapat pleno rekapitulasi DPT Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Minggu (2/7).

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Minggu (2/7) menetapkan daftar pemilih tetap (DPT), baik dalam dan luar negeri sebanyak 204.807.222 pemilih yang akan menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos, dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT tingkat nasional Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, mengatakan dari jumlah tersebut 102.218.503 adalah pemilih laki-laki dan 102.588.719 pemilih perempuan.

Pemilih tersebar di 514 kabupaten/kota dan 128 negara perwakilan. Sementara itu, jumlah total tempat pemungutan suara (TPS), TPS luar negeri, kotak suara keliling (KSK), dan POS adalah sebanyak 823.220.

Berdasarkan tempat, pemilih laki-laki yang akan menggunakan hak suaranya di dalam negeri adalah 101.467.243 dan jumlah pemilih perempuan sebanyak 101.589.505.

"Jumlah pemilih dalam negeri 203.056.748," jelas Betty.

Sementara jumlah pemilih yang akan menyalurkan hak pilih di luar negeri adalah 751.260 pemilih laki-laki dan 999.214 perempuan, sehingga totalnya 1.750.474.

Lebih lanjut dijelaskan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak yakni 35.714.901 pemilih, disusul Jawa Timur dengan 31.402.838 pemilih dan Jawa Tengah sebanyak 28.289.413 pemilih. Berikutnya, Sumatera Utara sebanyak 10.853.940 pemilih, dan Banten dengan 8.842.646 pemilih.

"Ini lima provinsi yang paling banyak jumlah pemilihnya," kata Betty.

Sementara itu, provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit adalah Papua Selatan dengan 367.269 pemilih. Diikuti oleh Papua Barat dengan 385.465 pemilih dan Papua Barat Daya dengan 440.826 pemilih. Kemudian, Kalimantan Utara dengan 504.252 pemilih dan Papua dengan 727.835 pemilih.

Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengatakan data resmi KPU tersebut menarik dan menegaskan bahwa pemilih pemula akan menjadi penentu dalam perebutan suara.

"Secara statistik tak banyak berubah, tetapi soal pemilih pemula dan rasional sungguh menantang. Jika melihat komposisi angka tersebut nampak bahwa proporsi antara pemilih perempuan dan laki-laki tidak terlalu berubah hanya berbeda 370 ribuan saja, dan perubahan jumlah pemilih antara 8-10 juta itu besar kemungkinan adalah pemilih pemula," katanya.

Dengan melihat angka golput nasional selama ini antara 10-15 persen maka yang akan ada perebutan suara di kisaran 180 juta. Kalau melihat data tersebut, pemilu kali ini akan memasuki fase baru di mana pemilih pemula akan menjadi penentu dan pembeda.

"Angka pemilih pemula tersebut akan menjadi angka liar dan misteri yang berpotensi menjadi penentu Pilpres 2024," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.