Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Prioritaskan Investor Dalam Negeri Isi Wilayah Pusat IKN

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 17:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Prioritaskan Investor Dalam Negeri Isi Wilayah Pusat IKN Doc: ANTARA/Ade Irma Junida
Ket. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan seusai Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2023 di Jakarta, Rabu (8/11).

JAKARTA - Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan investor dalam negeri akan diprioritaskan untuk mengisi wilayah inti atau pusat Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Karena itu, pemerintah tengah mengerem masuknya investasi asing di ibu kota baru itu. Padahal, tercatat ada sekitar 200-an minat yang masuk ke IKN dari para investor asing.

"200 lebih sudah ada (sampaikan minat) tapi saya memang lagi mengerem, saya mengerem kenapa? Daerah-daerah prime (utama) itu kalau boleh itu semua dalam negeri supaya IKN itu dari kita untuk kita. Nanti di layer kedua, layer ketiga, baru bisa (kita) berikan opsi ke asing," katanya ditemui seusai Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2023 di Jakarta, Rabu (8/11).

Hal serupa juga telah disampaikan Presiden Jokowi. Bahlil mengatakan Presiden Jokowi memang memprioritaskan investor dalam negeri untuk bisa membangun IKN. Namun, Ia menegaskan kembali bahwa bukan berarti pemerintah tidak membuka kesempatan bagi investor asing.

"Biar saja dulu dalam negeri dulu. Sudah clear, baru prioritas keduanya adalah asing. Itu yang dimaksud oleh Pak Jokowi," katanya.

Ia juga menyebut prioritas bagi investor dalam negeri dilakukan agar tidak ada asumsi di publik bahwa pemerintah tidak memberikan kesempatan bagi pengusaha nasional.

"Dalam negeri dulu kita prioritaskan nanti kalau kita nggak prioritaskan dalam negeri, nanti kalian (wartawan) tulis lagi bahwa Pak Jokowi tidak memprioritaskan dalam negeri. Kan kacau," katanya.

Bahlil juga optimis investor dalam negeri mampu membangun IKN, khususnya kawasan-kawasan inti, dan mewujudkan visi ibu kota baru yang mengusung konsep Future Smart Forest City atau kota pintar hijau sebagai simbol baru Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam, ramah lingkungan, penggunaan energi hijau, dan tata kota yang modern.

"Insya Allah, buktinya bangun terus. Goundbreaking jalan terus kan. Yang pesimis itu kalian. Aku optimis ya," katanya.

Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim investasi pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) bergulir sangat cepat, dan diperkirakan akan mencapai Rp45 triliun hingga Desember 2023.

Sejumlah infrastruktur yang akan dibangun antara lain tiga rumah sakit, empat hotel, dua mal, serta sejumlah fasilitas pendidikan.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking tahap II IKN dilaksanakan pada 1-3 November 2023. Pada groundbreaking kali ini, nilai investasi yang berhasil terserap sekitar Rp12 triliun untuk 10 proyek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.