Pemerintah Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman, Harga Ikut Stabil?
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok Crude Palm Oil (CPO) nasional dalam kondisi aman. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan dan jelang Idulfitri 1447 H.
Mayoritas produksi minyak goreng nasional berbasis bahan baku CPO, sehingga kecukupan pasokan di tingkat hulu menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas ketersediaan di pasar, khususnya saat permintaan meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat mengungkapkan, memasuki kuartal I-2026, stok dan produksi di tingkat hulu telah disiapkan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan yang secara historis naik 10–15 persen selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap pengemasan,” kata Roni di Jakarta, Senin (3/2).
Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menegaskan bahwa kekuatan sektor hulu kelapa sawit menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng nasional, sekaligus mendukung kebijakan energi melalui Program Mandatori Biodiesel B40/B50.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan hasil monitoring lapangan serta sinkronisasi data spasial perkebunan, produksi CPO nasional tahun 2026 menunjukkan tren positif di tengah kebijakan pemerintah menjaga keseimbangan alokasi CPO untuk kebutuhan pangan domestik dan energi.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas pasokan pangan, khususnya minyak goreng, menjadi prioritas pemerintah.
“Kami memastikan produksi CPO nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan. Di saat yang sama, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali,” ujar Menteri Pertanian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!