Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Berupaya Selamatkan 5 WNI Korban 'Online Scam' dari Myanmar

📅 Kamis, 04 Apr 2024, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Berupaya Selamatkan 5 WNI Korban 'Online Scam' dari Myanmar Doc: ANTARA/HO-Humas Kemenhub
Ket. Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Hartanto (kiri), Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha (tengah), memberi keterangan soal pemulangan WNI korban kecelakaan kapal Korea di perairan Jepang, di Jakarta, Kamis (28/3/2024).

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Yangon dan KBRI Bangkok berupaya menyelamatkan lima warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di bisnis penipuan berbasis daring(online scam)di wilayah Hpalu, Myanmar.

"Seperti diketahui wilayah Hpalu dan Myawaddy adalah wilayah konflik bersenjata yang dikuasai oleh kelompok-kelompok etnis bersenjata," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha dalam silaturahmi dan buka puasa bersama wartawan di Jakarta, Rabu (4/4).

Pemerintah Indonesia disebutnya telah mengirim nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar untuk meminta otoritas setempat melakukan langkah-langkah segera dan efektif untuk menyelamatkan kelima WNI tersebut.

KBRI Yangon juga telah melakukan koordinasi dan pertemuan dengan otoritas kepolisian serta imigrasi Myanmar.

"Namun, perlu kita pahami bahwa otoritas Myanmar memiliki jangkauan terbatas untuk bisa masuk wilayah Hpalu," tutur Judha.

Pernyataan itu mengacu pada junta yang kini menguasai Myanmar, sedang menghadapi pemberontakan dari berbagai kelompok etnis.

Oleh karena itu, selain melalui mekanisme formal, pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat etnis untuk bisa membantu proses penyelamatan WNI.

"Komunikasi terus kami lakukan dengan kelima WNI juga dengan keluarga mereka di Indonesia untuk menyampaikan informasi terkini terkait langkah-langkah penyelamatan," tutur Judha.

"Meskipun saat ini masih terkendala, kami upayakan secepatnya agar mereka bisa segera dipulangkan," katanya, menambahkan.


Tren meningkat

Judha mengungkapkan tren peningkatan kasusonline scam,dari 189 kasus pada 2021 menjadi total 3.704 kasus tercatat sejak 2020 hingga Maret 2024.

Sebagian besar kasus terjadi di Kamboja dengan 1.114 kasus, kemudian juga di Myanmar, Filipina, Laos, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.

"Dengan tren peningkatan kasus ini, kami tidak lelah-lelahnya mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai tawaran kerja di luar negeri (yang disebarkan) melalui media sosial," katanya.

Alih-alih gampang tergoda, WNI diminta melakukan cek berulang kali dengan memeriksa kredibilitas perusahaan yang menawarkan pekerjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.