Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembuat Film 'Star Wars' Akui Penggunaan AI dalam Film Tak Terhindarkan

📅 Senin, 27 Mei 2024, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembuat Film 'Star Wars' Akui Penggunaan AI dalam Film Tak Terhindarkan Doc: ANTARA/Nicolas Genin/66ème Festival de Venise/Mos
Ket. Kreator film "Star Wars" George Lucas.

JAKARTA - Kreator film "Star Wars" George Lucas mengatakan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembuatan film adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, di tengah perdebatan mengenai kehadiran teknologi tersebut di industri kreatif.

Saat ditanya pendapatnya mengenai pemanfaatan AI dalam pembuatan film saat diwawancara dengan Brut BR baru-baru ini, George memulai penjelasannya dengan bagaimana perusahaan efek visual buatannya yakni Industrial Light and Magic (ILM) mengubah teknologi sinematik.

George bercerita bahwa perusahaannya telah menggunakan berbagai teknologi digital dalam proses menggarap film selama 25 tahun. Menurutnya, hal itu menjadikannya sebagai pelopor penggunaan teknologi digital dalam industri perfilman karena saat itu hanya perusahaannya yang menerapkan digitalisasi dalam proses tersebut.

"Tapi masalahnya, itu (AI) tidak bisa dihindari. Maksudku, itu seperti mengatakan, 'Aku tidak percaya mobil-mobil ini akan berfungsi. Mari kita tetap menggunakan kuda.' dan ya, kamu bisa mengatakan itu, tapi bukan begitu cara dunia bekerja," kata George dilansir dari IGN, Minggu (26/5).

Diketahui, pemanfaatan teknologi AI dalam pembuatan film menjadi topik kontroversial yang diperdebatkan oleh pelaku industri perfilman.

Persoalan AI juga menjadi salah satu poin utama dalam aksi pemogokan para penulis dan aktor Hollywood tahun lalu, di mana WGA dan SAG-AFTRA berhasil memenangkan beberapa perlindungan penting dari teknologi tersebut dalam negosiasi kontrak mereka.

Selain di industri perfilman, pemanfaatan AI juga telah menimbulkan perdebatan di bidang animasi. Namun, beberapa orang dalam industri ini mengambil sikap yang mirip dengan George, dan bukannya mencoba melawan AI, mereka mencoba menemukan cara etis untuk bekerja dengan teknologi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.