Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelestarian Budaya, Pemprov Kalsel Kenalkan Permainan Tradisional Pada Generasi Muda

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelestarian Budaya, Pemprov Kalsel Kenalkan Permainan Tradisional Pada Generasi Muda Doc: ANTARA/HO-Pemprov Kalsel
Ket. Seorang pelajar bermain permainan tradisional Bagasing pada Pekan Budaya Banua 2024 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (25/10/2024).

Banjarmasin - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) mengenalkan berbagai permainan tradisional lokal kepada generasi muda saat Pekan Budaya Banua 2024.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Kalsel Raudati Hildayati di Banjarbaru, Jumat, mengatakan mengenalkan permainan lokal tersebut sebagai upaya melestarikan tradisi dan budaya.

"Kami ingin memberikan wadah kepada generasi muda agar ikut melestarikan kebudayaan Banua salah satunya permainan tradisional Kalimantan Selatan," kata Raudati.

Raudati menuturkan rangkaian Pekan Budaya Banua menghadirkan beragam unsur budaya lokal Banua atau Kalsel yang berlangsung di Lapangan Murdjani Banjarbaru pada 21-25 Oktober 2024.

Agar lebih semarak, Raudati menyebutkan panitia Pekan Budaya Banua mengadalan perlombaan permainan tradisional bagi pelajar di seluruh kota/kabupaten se-Kalsel.

Raudati menegaskan Disdikbud Provinsi Kalsel sebagai penggerak berupaya memajukan dan mengembangkan berbagai seni dan budaya lokal agar tetap eksis tingkat nasional hingga internasional.

"Kita harus terus melestarikan agar tidak punah atau diklaim negara lain dan menjaga eksistensi secara turun temurun," ujar Raudati.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Banua Pendamai Siti Nursiah menuturkan panitia menggelar perlombaan permainan tradisional, yaitu Balogo, Egrang, Bagasing, Bakiak, Bahalma, Badaku, Bekel dan Lari Balok.

"Kita tidak hanya menyediakan permainan, tetapi juga menjelaskan tentang filosofi setiap permainan," ucap Nursiah.

Selain itu, panitia juga memberikan pelajaran cara bermain kepada masyarakat yang datang terutama generasi muda yang masih belum mengenal permainan khas Banjar Kalsel tersebut.

Ia menambakan, antusias masyarakat cukup tinggi selama penyelenggaraan yang didominasi generasi muda.

Salah satu masyarakat yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muliyanti menyampaikan nuansa nostalgia untuk kembali mencoba beberapa permainan tradisional pada Pekan Budaya Banua.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat terus diadakan sehingga dapat lebih menarik masyarakat untuk belajar dan mengenal kebudayaan kita," ungkap Muliyanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.