PBB: Pemuda Hadapi Gelombang Kekerasan Luar Biasa
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 02:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/ANGELA WEISS
NEW YORK - Kaum muda menghadapi gelombang kekerasan dan pelecehan seksual yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dipicu oleh perang, perubahan iklim, kelaparan, dan pengungsian, demikian peringatan perwakilan khusus PBB untuk kekerasan terhadap anak.
"Anak-anak tidak bertanggung jawab atas perang. Mereka tidak bertanggung jawab atas krisis iklim. Dan mereka membayar (harga) yang sangat mahal," kata Dr Najat Maalla M'jid, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kekerasan terhadap Anak pada Kamis (10/10).
"Kekerasan terhadap anak telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, disebabkan oleh krisis yang memiliki banyak sisi dan saling terkait," imbuh dia.
Dr M'jid dalam laporannya mengatakan bahwa kekerasan brutal terhadap anak-anak telah merajalela dan bahwa teknologi memfasilitasi kejahatan terhadap kaum muda seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lebih dari 450 juta anak tinggal di zona konflik hingga akhir tahun 2022, 40 persen dari 120 juta orang yang mengungsi pada akhir April adalah anak-anak, dan 333 juta anak hidup dalam kemiskinan ekstrem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu diperparah dengan lebih dari 1 miliar anak yang berisiko tinggi terkena dampak perubahan iklim, yang disebut Dr M'jid sebagai pengganda risiko. nSB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!