Pati Memanas! Mensesneg Turun Tangan, Minta Semua Pihak Tahan Diri
📅 Rabu, 13 Agu 2025, 18:50 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Genta Tenri Mawangi
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta semua pihak menahan diri usai demo besar di Pati ricuh. Ia membantah kabar korban tewas dan memastikan pemerintah terus memantau situasi.
Seratusan ribu massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memenuhi jalanan di depan Kantor Bupati Pati, Pati, Jawa Tengah, Rabu, untuk berunjuk rasa menuntut Sudewo mundur. Aksi itu kemudian berujung ricuh terutama setelah ada aksi bakar kendaraan, dan Bupati Sudewo yang menjadi sasaran lempar warga saat berusaha mendengarkan tuntutan warga.
"Kami, selaku pemerintah pusat menaruh perhatian dan memohon kepada semua pihak untuk juga menahan diri baik Pak Bupati, juga secara personal kami berkomunikasi terus. Saya memonitor terus, berkomunikasi dengan Bapak Gubernur Jawa Tengah. Semoga juga segera bisa kita cari jalan keluar terbaik bahwa kita juga menghormati semua proses ya, unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Pati, kemudian juga kami tadi memonitor bahwa DPRD Pati menggunakan haknya, yaitu semua proses kita hormati, dan pemerintah pusat akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan semua pihak," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di sekitar pelataran Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Pras, begitu sapaan populernya, juga menyebutkan pemerintah pusat, khususnya dirinya terus memonitor situasi di Pati sejak awal kebijakan Bupati Sudewo memicu kemarahan publik.
"Tentu kami dari pemerintah pusat, terutama saya sendiri sejak munculnya dinamika di Kabupaten Pati kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Prasetyo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan yang sama, Pras juga merespons pertanyaan mengenai adanya kabar yang menyebutkan ada korban jiwa akibat kerusuhan dalam unjuk rasa tersebut. Pras meminta kabar itu perlu diklarifikasi lebih dulu agar informasi yang masih simpang siur tidak tersebar ke masyarakat.
"Kita perlu klarifikasi kembali agar tidak terjadi simpang siur. Kami juga terus meminta laporan kepada pihak terkait mengenai kebenaran informasinya, dan yang kami dapatkan informasi beberapa waktu yang lalu belum menemukan, atau tidak ada yang diinformasikan didapatkan meninggal dunia," kata Prasetyo Hadi.
Unjuk rasa di Pati berujung ricuh terutama saat Bupati Sudewo muncul di tengah-tengah massa dan hendak mendengarkan aspirasi demonstran. Akan tetapi, kehadiran Sudewo kemudian memicu aksi kemarahan publik terlihat dari aksi lemparan sandal dan botol plastik air minum kemasan ke arah Sudewo. Kepolisian kemudian membubarkan aksi unjuk rasa tersebut, dan menangkap 11 demonstran yang diyakini berlaku sebagai provokator.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!