Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pastikan Limbah Covid-19 Termusnahkan

📅 Kamis, 29 Jul 2021, 06:35 WIB | Oleh:
Pastikan Limbah Covid-19 Termusnahkan Doc: Antara
Ket. ISTIMEWASiti Nurbaya BakarMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

JAKARTA - Pemerintah menyediakan dana 1,3 triliun rupiah untuk pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis Covid-19. Presiden minta pemusnahan limbah medis Covid-19 berjalan baik. Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar usai rapat terbatas, di Jakarta, Rabu (28/7).

Dia menerangkan, dana tersebut untuk membuat fasilitas seperti incinerator agar limbah B3 medis tidak membahayakan. "Dana 1,3 triliun diminta Presiden untuk di-exercised," ujarnya.

Sebagai catatan, limbah B3 Covid-19 antara lain bekas: infus, masker, botol vaksin, jarum suntik, pelindung wajah, perban, pakaian hazmat, dan APD. Kemudian, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR, antigen dan alkohol swab. Presiden mengarahkan agar jajarannya secara intensif dan sistematis bisa memastikan pengelolaan limbah B3 Covid-19 berjalan baik.

Presiden mengarahkan, dengan fasilitas dan dukungan anggaran pemusnahan bisa dipastikan. Dana bisa dari Satgas Covid-19, dana bagi hasil, dana alokasi umum, atau dana transfer daerah khusus. "Dana harus diintensifkan untuk membangun alat-alat pemusnah seperti incinerator atau shredder," katanya.

Lebih jauh Siti memaparkan, data limbah medis Covid-19 hingga 27 Juli 2021 mencapai 18.460 ton. Ini berasal dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit darurat, wisma tempat isolasi dan karantina mandiri, uji deteksi, maupun vaksinasi. Asosiasi rumah sakit sendiri mengatakan limbah medis bisa mencapai 383 ton per hari.

Dia menerangkan kapasitas pengelolaan limbah nasional memang mencapai 493 ton per hari. Persoalannya, limbah medis yang ada terkonsentrasi di pulau Jawa. "Arahan Presiden semua instrumen untuk pengelolaan limbah medis harus diselesaikan oleh jajaran bersama dengan pemerintah daerah," tandasnya.

Teknologi Pengolah


Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan teknologi pengolah limbah medis berskala kecil dan memiliki fleksibilitas karena bersifat mobile. Teknologi ini untuk kawasan permukiman dengan penduduk sedikit dan jumlah limbah tidak banyak. Maka, tidak perlu membangun insinerator (instalasi pengolahan limbah) besar.

"Kalau kita membangun incinerator besar, tentu jauh lebih mahal dan menimbulkan masalah terkait pengumpulan. Sebab untuk pengumpulan limbah ke insinerator terpusat menimbulkan biaya tersendiri," ucapnya.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah alat daur ulang jarum suntik yang bisa menghasilkan residu berupa stainless steel murni. Selain itu, terdapat juga alat daur ulang plastik medis yang dapat digunakan untuk mengolah limbah alat pelindung diri dan masker.

"APD dan masker berbahan polypropylene, sehingga bisa diperoleh polypropylene murni yang nilai ekonominya cukup tinggi," katanya. Ruf/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.