Mentan Amran: Pemerintah Hadir di Tengah Petani dan Peternak dengan Menyelesaikan Persoalan
Sabtu, 07 Nov 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan pemerintah hadir di tengah petani dan peternak dengan menyelesaikan persoalan melalui penguatan pasokan jagung, pembangunan ekosistem usaha, serta dukungan nyata bagi peternakan nasional yang terintegrasi.
"Perintah Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir di tengah petani dan peternak, mendengar persoalan mereka dan menyelesaikannya secara nyata," kata Mentan Amran terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (07/11).
Ia menegaskan hal itu dalam pertemuan bersama peternak ayam petelur dalam kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro melalui pembelian telur ayam dan penyaluran jagung SPHP di Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Menurut Amran, setiap kali peternak menyampaikan persoalan, pemerintah tidak hanya mendengar, tetapi memastikan menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung di lapangan.
Amran menyampaikan pemerintah melalui Kementerian Pertanian tengah membangun ekosistem jagung dari hulu hingga hilir. Petani jagung dan peternak akan dihubungkan dalam satu rantai usaha melalui koperasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita,” ujar Mentan Amran.
Setelah panen, jagung tersebut dibeli koperasi peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Apabila terdapat kelebihan produksi, Bulog akan menyerap dan menyimpannya sehingga dapat dimanfaatkan kembali ketika peternak membutuhkan.
“Sehingga tidak terjadi lagi ke depan nanti kekurangan pakan dari jagung,” tegasnya.
Selain solusi jangka panjang, pemerintah juga memastikan persoalan yang mendesak di lapangan segera ditangani. Mentan sebelumnya telah meminta jajarannya mempercepat pelayanan jagung SPHP kepada peternak yang membutuhkan.
Bagi peternak, respons cepat tersebut menjadi penting karena persoalan pakan berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha. Mereka tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi kepastian bahwa kebijakan tersebut benar-benar berjalan.
Ia mengatakan pemerintah akan terus mendengar dan menyelesaikan persoalan yang disampaikan petani maupun peternak.
“Kalau ada petani berteriak dalam bentuk demo atau sendiri, tidak pernah kami menghindar. Pasti kami temui. Kami sebagai bapaknya harus bertanggung jawab di dunia. Jangan di akhirat nanti baru ditagih,” tegasnya.
Lebih lanjut Mentan mengatakan seluruh langkah yang dilakukan pemerintah, mulai menjaga pasokan jagung SPHP, memperkuat penyerapan hasil petani, membangun ekosistem jagung-peternak, hingga memastikan persoalan peternak ditindaklanjuti, merupakan bagian dari menjalankan arahan Presiden Prabowo.
“Ini bukan hanya soal jagung. Ini soal bagaimana kita hadir dan menyelesaikan masalah petani dan peternak. Kita jalankan karena ini perintah Bapak Presiden,” tuturnya.
Pemerintah memastikan perintah tersebut benar-benar dirasakan sampai ke tingkat petani dan peternak, bukan berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.
Sementara itu, Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mengatakan keberadaan jagung SPHP sangat membantu peternak di tengah tingginya harga jagung di pasaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!