Pasar Ceria Jelang Libur Panjang! IHSG Ditutup Hijau Berkat Harapan Damai Dagang AS-Tiongkok
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 16:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso
JAKARTA - Pasar saham dalam negeri kembali ke jalur hijau jelang libur pangjang setelah sempat terkoreksi sehari sebelumnya.
Pergerakan saham di dalam negeri masih dipengaruhi sentimen dari global, terutama perkembangan negosiasi dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/5) sore, ditutup menguat 5,05 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.832,80, seiring optimisme pelaku pasar terhadap kesepakatan dagang antara AS dengan Tiongkok. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,61 poin atau 0,21 persen ke posisi 765,37.
"Investor berspekulasi bahwa AS akan mencapai lebih banyak kesepakatan perdagangan dengan negara lain, sehingga bank sentral AS The Fed tidak perlu memangkas suku bunga secara tajam untuk menopang perekonomian," sebut Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia di Jakarta, Jumat (9/5).
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Inggris, yang mana bea masuk (tarif) impor sebesar 10 persen tetap berlaku namun AS akan memangkas tarif atas impor mobil dan baja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump mengatakan kesepakatan dagang dengan Inggris ini akan membuka akses pasar senilai miliaran dolar untuk ekspor AS.
Trump mengindikasikan negara mitra dagang AS lain juga tidak sabar ingin membuat kesepakatan, terlihat dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang akan segera melakukan perjalanan ke Swiss untuk berbicara dengan pejabat Tiongkok.
Sementara itu, bank sentral AS The Fed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25 sampai 4,5 persen, atau sesuai dengan ekspektasi pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari kawasan Asia, data ekonomi terkini Jepang memperlihatkan upah riil turun selama tiga bulan beruntun, atau tertekan oleh inflasi pada saat belanja konsumen naik melampaui ekspektasi.
Upah nominal di Jepang naik 2,1 persen year on year (yoy) pada Maret 2025, atau melambat 2,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya dan lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,3 persen (yoy).
Sementara itu, upah riil, setelah disesuaikan dengan inflasi dan indikator utama daya beli konsumen, turun 2,1 persen (yoy) menandai penurunan selama tiga bulan beruntun.
Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia periode April 2025 mengalami penurunan tajam menjadi sebesar 152,5 miliar dolar AS, atau menurun tajam sebesar 4,6 miliar dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 0,50 persen, diikuti oleh saham sektor energi yang baik sebesar 0,04 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!