Pasangan Capres dan Cawapres Ganjar-Mahfud Bertekad Jaga Marwah Politik Bebas Aktif di Mata Dunia
📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 21:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Jakarta - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyatakan pasangan capres-cawapres dengan nomor urut tiga tersebut mempunyai tekad yang kuat dalam menjaga marwah politik bebas aktif Indonesia di mata dunia.
"Secara normatif, tentunya Mas Ganjar dan Pak Mahfud sangat-sangat mementingkan prinsip dasar dari politik luar negeri kita yang bebas aktif, di mana kita benar-benar harus menjaga posisi bebas kita, tidak bisa terseret dalam pertarungan geopolitik," kata Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud Andi Widjajanto saat wawancara eksklusif bersama ANTARA di Jakarta, Jumat (5/1).
Menanggapi pertanyaan ANTARA terkait pandangan Ganjar-Mahfud terhadap posisi geopolitik Indonesia, Andi mengatakan keduanya telah menyadari bahwa saat ini sedang terjadi pertarungan geopolitik yang dahsyat di sejumlah negara.
Contohnya yakni ketegangan hubungan yang meningkat antara Amerika Serikat dengan China akibat permasalahan yang terjadi di Taiwan beberapa waktu lalu, hingga terkait Belt and Road Initiative(BRI) dari China denganIndo-Pacific Economy Forumdari Amerika Serikat yang bisa memicu perang dagang.
Di samping itu, kedua negara juga terlibat perang dingin teknologi yang betul-betul mengganggu rantai pasok dunia akibat Amerika melakukan embargo pengirimanchip, sehingga mendorong China terpaksa untuk melakukan inovasi-inovasi baru untuk mendapatkanchipuntuk produk-produk IT.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, Ganjar dan Mahfud bertekad untuk tidak terlibat dalam masalah-masalah yang tidak sesuai dengan dasar atau hukum negara hingga merugikan masyarakat. Keduanya lebih memilih untuk membawa kepentingan nasional dibahas dalam forum global sehingga kesejahteraan rakyat dapat lebih baik.
"Yang pasti itu harus kembali ke kepentingan nasional kita ya. Kepentingan nasional kita itu dipandu oleh prinsip-prinsip dasasila, prinsip-prinsip yang ada di alinea keempat pembukaan Undang-Undang Dasar yang akhirnya menjadi doktrin politik luar negeri bebas aktif itu panduan utama untuk kepentingan nasional," katanya.
Ia melanjutkan Ganjar dan Mahfud justru memikirkan bagaimana pertempuran seperti itu tidak mengganggu pembangunan bangsa, ketika Indonesia berusaha untuk meningkatkan arus investasi yang akan membangun industri dan akhirnya menyerap tenaga kerja di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Permasalahan-permasalahan tersebut juga dianggap sebagai pemandu keduanya dalam merancang strategi kebijakan luar negeri di masa depan, di mana salah satunya ikut terlibat dalam tindakan dunia mengatasi sesuatu dengan lebih konkret dan aktif.
Misalnya seperti pengalaman Indonesia yang terlibat dalam G20, menghadapi pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2019, termasuk bersuara lantang di forum PBB untuk menghentikan perang di Jalur Gaza.
"Jadi keterlibatan-keterlibatan aktif yang lebih bermakna dan kemudian ada hasil-hasil COVID itu yang akan ditekankan oleh Mas Ganjar dan Pak Mahfud," ucap Andi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!