Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Papua Setop Sawit, Gubernur Mathius Fakhiri Dorong Kakao Gantikan Lahan Eks Perkebunan

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Papua Setop Sawit, Gubernur Mathius Fakhiri Dorong Kakao Gantikan Lahan Eks Perkebunan Doc: ANTARA/Qadri Pratiwi
Ket. Gubernur Papua Mathius Fakhiri.

JAYAPURA - Gubernur Papua Mathius Fakhiri meminta pemerintah daerah mengalihkan eks lahan perkebunan kelapa sawit ke komoditas kakao sebagai upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Ini merupakan langkah penataan ulang sektor perkebunan di Papua, khususnya terhadap lahan sawit yang izinnya telah dicabut karena tidak memenuhi kewajiban perusahaan," katanya di Jayapura, Minggu (4/1).

Menurut Fakhiri,  lahan tersebut tidak akan dialihkan kembali untuk pembukaan kebun sawit baru.

“Kami tidak membuka izin sawit baru," ujarnya.

Dia menjelaskan lahan-lahan eks perkebunan sawit yang izinnya dicabut akan diarahkan untuk komoditas lain yang lebih ramah lingkungan, salah satunya kakao.

"Pengembangan kakao sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat serta dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang memberikan bantuan bibit kakao untuk Papua. Karena komoditas kakao dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi serta dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat," katanya.

Dia menambahkan pemanfaatan lahan eks sawit untuk kakao juga bertujuan memulihkan struktur tanah yang telah lama tidak diolah, sekaligus mencegah kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan baru. Pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait dalam pelaksanaan program tersebut.

"Saya menegaskan perusahaan sawit yang masih beroperasi di Papua akan dievaluasi secara ketat. Perusahaan yang tidak patuh terhadap ketentuan perizinan dan kewajiban lingkungan akan dikenai sanksi hingga pencabutan izin," ujarnya.

Dia menjelaskan Papua tidak boleh dikorbankan atas nama investasi. Semua kebijakan harus berpihak pada masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

"Kami berharap dengan pengembangan kakao dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ekonomi lokal di Papua secara berkelanjutan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.