Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Papua Jadikan Penanganan Kawasan Kumuh Prioritas Pembangunan

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Papua Jadikan Penanganan Kawasan Kumuh Prioritas Pembangunan Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Papua Mathius Fakhiri saat berpose bersama dengan anak-anak di Pulau Kosong dan Kayp Pulau di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (22/11).

JAYAPURA – Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, menegaskan Pulau Kosong dan Kayu Pulo di Kota Jayapura sebagai prioritas penanganan kawasan kumuh dan untuk itu pihaknya meminta instansi terkait mulai memperbaiki pemukiman, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,

"Pada Sabtu (22/11) saya melakukan peninjauan ke Pulau Kosong dan Kayu Pulo di Kota Jayapura, dimana permukiman di kawasan tersebut membutuhkan fasilitas dasar," katanya di Jayapura, Senin (24/11).

Untuk itu, pihaknya meminta agar kawasan tersebut dapat segera diatasi MCK-nya karena ini menjadi langkah penting dalam memastikan masyarakat pesisir mendapat akses hidup layak.

"Kami melihat dua pulau ini membutuhkan perhatian serius, sehingga pemerintah hadir untuk memperbaiki pemukiman, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan penataan permukiman pesisir di Jayapura akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, serta BKKBN, agar penanganan lebih terpadu dan berkelanjutan.

"Kami telah mengusulkan pembangunan sekitar 14 ribu rumah kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari program perbaikan permukiman," katanya.

Dia menambahkan usulan tersebut mencakup pembangunan baru, renovasi rumah, hingga skema KPR bersubsidi bagi warga berpenghasilan rendah. Oleh sebab itu guna memastikan program tersebut tepat sasaran, pihaknya bersama OPD terkait melakukan kunjungan ke daerah-daerah tersebut.

"Selain perumahan, kami menegaskan pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi nelayan setempat melalui kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujarnya.

Dukungan itu, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

"Apalagi Pulau Kosong dan Kayu Pulo memiliki potensi wisata bahari yang dapat dikembangkan menjadi kawasan rekreasi dan budidaya perikanan. Untuk itu saya meminta Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata berkoordinasi menyiapkan rencana lanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.