Pangeran Harry Tak Yakin Istana Mau Berdamai dengannya
📅 Selasa, 03 Jan 2023, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
LONDON - Pangeran Harry tak melihat ada keinginan untuk berdamai dari istana di mana ada bocoran yang menggambarkan dia dan istrinya Meghan sebagai penjahat, bunyi kutipan wawancara yang dirilis Senin (2/1).
Harry (38) mengatakan, dia tetap ingin mendapatkan kembali ayahnya, Raja Charles III, dan saudara laki-lakinya William, pewaris takhta Inggris, menurut kutipan dari wawancara televisi yang akan ditayangkan hari Minggu (8/1), beberapa hari sebelum memoar sang pangeran diterbitkan.
Harry dan Meghan (41) mengungkapkan pengalaman mereka di keluarga kerajaan Inggris dalam serial dokumenter Netflix bulan lalu tentang alasan di balik kepergian mereka ke Amerika Utara pada 2020.
"Tidak perlu begini, bocorkan dan tanam," kata Harry merujuk pada berita tentang keretakan istana.
"Saya menginginkan sebuah keluarga bukan institusi," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika mereka merasa seolah-olah lebih baik mempertahankan kami sebagai penjahat, mereka sama sekali tidak menunjukkan keinginan untuk berdamai," katanya tanpa menyebutkan siapa "mereka".
"Saya ingin mendapatkan ayah saya kembali.Saya ingin mendapatkan adik saya kembali," kata Harry.
Menjelang publikasi memoarnya pada 10 Januari, sang pangeran melakukan wawancara dengan jaringan televise Inggris ITV dan CBS Amerika Serikat yang dijadwalkan mengudara pada Minggu nanti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kritik itu muncul menjelang penobatan Raja Charles pada 6 Mei setelah kematian Ratu Elizabeth II pada 8 September lalu di usia 96 tahun.
Serial dokumenter Netflix yang disiarkan dalam enam episode pada Desember lalu memberi Duke dan Duchess of Sussex kesempatan untuk mengungkapkan alasan mereka pergi ke California.
Langkah tersebut membuat mereka tidak populer di Inggris. Mereka sering digambarkan media Inggris sebagai anak yang egois dan manja.
Dokumentasi tersebut tidak berisi pengungkapan yang mengejutkan, tetapi pasangan itu menyelesaikan masalah dengan media, yang dituduh melakukan pelecehan dan memicu keguguran.
'Ditelanjangi'
Pasangan itu menuduh keluarga kerajaan berbohong dan tidak tahu bagaimana melindungi mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!