Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polisi Perlu Mempercepat Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 12:57 WIB | Oleh:
Polisi Perlu Mempercepat Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Doc: ist
Ket. perlu percepatan menangkap pelaku

JAKARTA -  Sudah beberapa hari penyiraman air keras kepada aktivis Kontras, namun pelakunya belum tertangkap juga. Pengamat keamanan dan terorisme dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Robi Sugara, menilai kepolisian memiliki kapasitas untuk segera mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

“Dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki, polisi seharusnya bisa segera mengungkap pelaku kasus ini,” kata Robi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Menurut dia, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, melainkan harus menelusuri hingga pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik aksi tersebut.

“Polisi harus segera menangkap pelaku dan membongkar jaringan di baliknya, bukan hanya operator lapangan,” ujarnya. Robi menilai metode penyiraman air keras sengaja digunakan untuk menciptakan efek teror jangka panjang karena meninggalkan luka permanen pada korban.

“Cara ini menciptakan trauma jangka panjang karena meninggalkan bekas fisik yang permanen. Dalam banyak kasus, dampaknya bisa lebih kejam,” katanya. Ia mengingatkan, peristiwa tersebut berpotensi memicu keresahan publik apabila tidak segera diungkap secara transparan. Masyarakat, lanjut dia, dapat membangun persepsi bahwa individu yang bersikap kritis rentan menjadi target kekerasan.

Selain itu, Robi menilai keterlambatan pengungkapan kasus juga berisiko memunculkan spekulasi yang dapat merugikan pemerintah dan memperkeruh situasi keamanan nasional. “Jika tidak ada informasi resmi yang jelas, masyarakat bisa melakukan spekulasi sendiri di media sosial. Hal itu berpotensi memunculkan opini liar yang justru memperkeruh situasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait pihak yang berada di balik serangan tersebut. “Jangan sampai publik secara cepat menuduh pihak tertentu, misalnya dari kalangan militer, hanya karena tidak menyukai kritik,” kata Robi.

Untuk mendukung pengungkapan kasus, Robi menyarankan dua langkah strategis yang dapat ditempuh kepolisian. Pertama, memperketat pengawasan terhadap distribusi bahan kimia berbahaya seperti air keras melalui regulasi yang lebih ketat.

Kedua, kepolisian diminta menyampaikan perkembangan penyelidikan secara berkala dan transparan kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan efektif sekaligus mencegah terulangnya tindakan kekerasan serupa di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.