Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pancaroba Jadi Penyebab Kenaikan Covid-19

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Pancaroba Jadi Penyebab Kenaikan Covid-19 Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas kesehatan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran membawa barang miliknya saat akan meninggalkan rumah sakit tersebut di Jakarta, Sabtu (31/12/2022). Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran resmi diberhentikan secara bertahap karena tidak adanya pasien yang dirawat mulai Sabtu (31/12) namun gedung tower 6 masih beroperasi.

JAKARTA - Rupanya perubahan musim menjadi penyebab mulai marak lagi Covid-19. Artinya, masa pancaroba ini menjadi pendorong peningkatan persebaran penyakit tersebut.

"Peralihan musim atau pancaroba menjadi salah satu penyebab naiknya angka kasus Covid-19," jelasKepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Selain itu, masih ada dua faktor lainnya yang juga menjadi pendorong kasus tersebut terus meningkat. Jadi ada tiga faktor. Pertama pancaroba atau peralihan musim, sehingga imunitas seseorang menurun akibat udara yang lembab.

Lalu, faktor kedua terkait imunitas tubuh manusia. Antibodi Covid-19 mulai menurun enam bulan sesudah vaksinasi. Faktor ketiga, adanya mutasi virus atau varian baru. Namun meski virus bermutasi sehingga lebih cepat menular, gejala yang muncul seharusnya tidak lebih berat.

Lebih lanjut, Ngabila, seperti dikutip Antara, menegaskan bahwa fokus pemerintahan yakni melindungi kelompok rentan dengan cara melengkapi vaksinasi dan melakukan deteksi kesehatan. Hal itu mengingat sejak Covid-19 dinyatakan sebagai endemi Juni 2023, maka tanggung jawab utama ada pada diri masing-masing. Pemerintah juga akan tetap mengimbau dan menyediakan vaksin.

Lalu, memperketat protokol kesehatan (prokes) memakai masker dan mencuci tangan untuk mencegah terkena paparan Covid-19. Lalu, untuk mencegah keparahan dan kematian pada kelompok rentan, maka perlu dilakukan vaksinasi.

Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa jumlah kasus positif di DKI Jakarta per 13 Desember 2023 sebanyak 365 kasus. Pada 11 Desember 2023, kasus positif ditemukan sebanyak 57 kasus, lalu pada 12 Desember sebanyak 127 kasus dan pada 13 Desember sebanyak 131 kasus.

"Kasus kematian pada 1-10 Desember sebanyak 2 kasus, sedangkan kasus kematian pada 11-13 Desember sebanyak 0 kasus," kata Ngabila. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan vaksinasi untuk warga berusia 18 tahun ke atas guna menekan penyebaran Covid-19.

Ngabila menyebut ekitar 8,4 juta orang target pemberian dosis 1-4 usia 18 tahun ke atas di DKI Jakarta. Dia ????mengimbau masyarakat DKI Jakarta segera melengkapi vaksinasi dosis satu sampai empat. "Prinsip vaksinasi ini lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.