PAFI Beri Tips Ampuh Menangani Diare pada Orang Dewasa dan Anak-anak
📅 Senin, 11 Nov 2024, 15:00 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: Freepik/EyeEm
Diare merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat mengganggu kesehatan pencernaan. Diare adalah keluhan buang air besar encer atau berair yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Gangguan kesehatan ini dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak.
Salah satu cabang organisasi kesehatan yaitu Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Tolikara pafikabtolikara.org menjelaskan bahwa diare adalah kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dengan tinja yang berbentuk cair atau encer. Diare dapat terjadi akibat virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Contoh umum termasuk infeksi rotavirus, Escherichia coli, dan Salmonella.
PAFI menjelaskan, selain karena virus, reaksi alergi terhadap makanan tertentu atau intoleransi (misalnya, intoleransi laktosa) dapat menyebabkan diare. Gejala biasanya muncul segera setelah mengonsumsi makanan.
Diare merupakan kondisi kesehatan yang cukup menganggu aktivitas sehari-hari. Diare dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Ada beberapa faktor yang dapat Anda pahami mengenai pemicu terjadinya penyakit dan kondisi ini.
Berikut adalah penyebab terjadinya diare secara umum.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri dan virus
Orang dewasa maupun anak-anaka dapat mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis, seperti makanan mentah atau tidak dimasak secara baik, sehingga dapat memicu diare. Air yang terkontaminasi juga menjadi faktor risiko utama. Bagi Anda disarankan untuk merebut air selama 20 menit sebelum di konsumsi. Merebus air selama 10 sampai 20 menit efektif untuk membunuh berbagai patogen berbahaya seperti virus, bakteri, spora, fungi, dan protozoa.
2. Reaksi dari alergi
Sebaiknya Anda baca juga:
Reaksi alergi terhadap makanan tertentu atau intoleransi (seperti intoleransi laktosa) dapat menyebabkan diare setelah mengonsumsi makanan. Penting buat Anda untuk mengetahui makanan apa saja penyebab terjadinya diare. Anda dapat menerapkan tips sehat dengan mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir selama 20 detik sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
3. Keracunan makanan
Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh mikroorganisme (bakteri, virus, atau parasit) dapat menyebabkan keracunan makanan yang mengarah pada diare. Kontaminasi sering terjadi selama proses pengolahan atau penyimpanan makanan.
Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penderita diare bagi orang dewasa maupun anak-anak? Bagi orang dewasa maupaun anak-anak yang sedang mengalami diare, dapat menggunakan berbagai jenis obat untuk mengelola gejala ini. Obat-obatan ini digunakan untuk mengobati diare secara cepat dan tepat. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan.
1. Oralit
Obat oralit berfungsi untuk mengembalikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Cara mengonsumsi obat ini adalah dengan melarutkan satu bungkus oralit dalam 200 ml air matang, kemudian konsumsi sesuai kebutuhan saat mengalami diare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!