Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Padi Perennial Padi Abadi, Prospeknya di Indonesia

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 16:23 WIB | Oleh:
Padi Perennial Padi Abadi, Prospeknya di Indonesia Doc: Antara
Ket. Para petani sedang memanen padi

Koran-jakarta.com - Padi perennial, atau yang dikenal sebagai padi abadi (Lihat berita sebelumnya tentang Ilmuwan Berhasil Temukan Padi Abadi), merupakan varietas padi inovatif yang mampu dipanen berulang kali hanya dari satu kali masa tanam. Karakteristik ini menjadi pembeda utama jika dibandingkan dengan padi biasa (annual) yang memerlukan penanaman ulang pada setiap musim. Pengembangan padi jenis ini bertujuan untuk menekan biaya produksi, menghemat waktu, serta meminimalkan dampak negatif pertanian terhadap lingkungan.

Apa saja Keunggulan Padi Perennial / Padi Abadi?

  • Panen Multi-Siklus: Rumpun padi perennial memiliki kemampuan regenerasi yang kuat, sehingga dapat tumbuh kembali setelah dipanen, memungkinkan beberapa kali panen dari investasi tanam sekali.
  • Efisiensi Biaya dan Tenaga: Petani tidak perlu lagi melakukan pengolahan lahan, penyemaian, dan penanaman ulang setiap musim, sehingga menghemat biaya untuk benih, tenaga kerja, dan waktu.
  • Kelebihan Ekologis: Sistem perakaran yang permanen dan kuat pada padi perennial sangat efektif dalam mencegah erosi tanah, meningkatkan kesehatan tanah, serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pengolahan lahan berulang. Selain itu, sistem ini juga berpotensi menekan penggunaan pupuk dan pestisida.

Beberapa varietas telah berhasil dikembangkan, terutama di China. Dua yang terkenal adalah:

1. PR23: Merupakan hasil persilangan antara padi Asia (Oryza sativa) dengan kerabat liar padi Afrika (Oryza longistaminata).
2. PR32: Varietas yang telah diadopsi secara luas, dengan luas tanam dilaporkan mencapai lebih dari 38.000 hektar sejak tahun 2021.
  • Tantangan dan Kendala:
  • Meski menjanjikan, pengembangan padi perennial masih menghadapi sejumlah tantangan:
  • Kerentanan terhadap Organisme Pengganggu: Siklus hidup yang panjang berpotensi meningkatkan kerentanan tanaman terhadap akumulasi hama dan penyakit.
  • Penurunan Produktivitas: Hasil panen cenderung mengalami penurunan setelah beberapa kali panen, yang pada akhirnya tetap memerlukan peremajaan atau penanaman ulang.
  • Riset Lanjutan: Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyempurnakan teknik budidaya, pemuliaan varietas yang lebih unggul, dan mengatasi keterbatasan yang ada.
Apakah ada Padi Abadi (padi perenial) di Indonesia?
Padi Abadi hasil rekayasa ilmuwan memang belum masuk Indonesia, namun konsep padi perennial sejalan dengan praktik tradisional "padi singgang" atau "ratoon", di mana sisa batang padi dibiarkan tumbuh untuk dipanen kedua kalinya.Meski masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, minat terhadap padi abadi ini mulai tumbuh di Indonesia sebagai bagian dari strategi menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.