Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Optimalkan Potensi Ombak, Lombok Barat Kembangkan Wisata Selancar Kelas Dunia

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Optimalkan Potensi Ombak, Lombok Barat Kembangkan Wisata Selancar Kelas Dunia Doc: ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata
Ket. Destinasi wisata selancar di Bangko Bangko, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Pengembangan pariwisata selancar menarik wisatawan domestik dan mancanegara, yang secara langsung meningkatkan pendapatan daerah dan nasional (devisa). Hal ini mendorong pertumbuhan sektor terkait seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan ekonomi kreatif, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi wisata sangat penting untuk memastikan manfaat didistribusikan secara merata dan tidak terlepas dari nilai-nilai budaya setempat. Hal ini memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan membangun hubungan yang lebih baik antara penduduk lokal dan wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen mengembangkan destinasi wisata selancar atau surfing di Dusun Bangko Bangko yang terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong.

"Saat ini sudah ada pihak yang berminat menjadikannya sebagai destinasi nasional untuk kegiatan surfing," kata Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini di Mataram, Minggu (2/11).

Lombok Barat merupakan kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak di Nusa Tenggara Barat. Kabupaten yang memiliki luas wilayah mencapai 923,06 kilometer persegi itu tercatat memiliki 126 pulau.

Zaini mengatakan Bangko Bangko selalu didatangi turis asing untuk bermain selancar setiap hari. Mereka datang dari Pulau Nusa Penida di Bali yang secara jarak dekat dengan Bangko Bangko.

Jadwal selancar paling diminati turis berlangsung pada Juli dan Agustus saat puncak liburan. Periode itu bertepatan dengan musim kemarau.

Bahkan, Asosiasi Peselancar Dunia pernah menobatkan Bangko Bangko ke dalam urutan keenam dari sepuluh pantai tujuan selancar dengan ombak terganas. Ketinggian dan intensitas ombak di sana mampu menciptakan lubang besar yang membuat peselancar seolah masuk dalam terowongan.

Bangko Bangko berjarak 73 kilometer atau dua jam perjalanan dari Kota Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain terkenal dengan ombak besar, Bangko Bangko memiliki pantai sepanjang satu kilometer bagai padang pasir, sehingga dijuluki Desert Point.

Pemerintah Lombok Barat berkeinginan menjadikan kawasan teluk Bangko-Bangko sebagai pintu masuk ke Lombok bagi turis dari Bali, selain melalui pintu Senggigi.

Rencana pengaspalan jalan tanah lingkar Bangko Bangko telah disiapkan hingga sejauh 15 kilometer dari jalan raya Dusun Selegong menuju simpang tiga Bangko Bangko, baik ke Dusun Pemalikan hingga terus menuju Desert Point.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.