Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ombudsman: Harga Sembako di Kepulauan Bangka Belitung Naik Jelang Lebaran 2026

📅 Rabu, 18 Mar 2026, 08:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ombudsman: Harga Sembako di Kepulauan Bangka Belitung Naik Jelang Lebaran 2026 Doc: ANTARA
Ket. Tim Ombudsman Babel melakukan pengawasan stok dan harga sembako di sejumlah pasar tradisional di Pangkalpinang, Selasa (17/3/2026).

PANGKALPINANG – Ombudsman Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyebutkan harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan 16 hingga 40 persen dari harga eceran tertinggi (HET), karena permintaan masyarakat meningkat menjelang Lebaran 2026.

"Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas hortikultura, tetapi juga pada komoditas strategis lainnya," kata Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Babel, Kgs Chris Fither di Pangkalpinang, Babel, Selasa (17/3). 

Ia mengatakan, hasil pengawasan Ombudsman Babel di Pasar "Kite" Sungailiat, Pasar Modern Koba, CV Sumber Alam Lestari, Pasar Induk Pangkalpinang, Pasar Pagi Kampung Melayu Pangkalpinang, Perum Bulog, PT Semesta Mitra Sejahtera dan Pasar Lipat Kajang Manggar, harga sayur mayur dan pangan sudah mengalami kenaikan.

Harga beras premium di sejumlah pasar telah naik mencapai sekitar Rp18.000 per kilogram atau sekitar 16 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, minyak goreng Minyakita juga ditemukan dijual di atas HET, khususnya di Pasar Modern Koba dan Pasar Pagi Kampung Melayu Pangkalpinang dengan harga mencapai Rp18.000 per liter.

Di sisi lain, harga daging sapi menunjukkan tren kenaikan yang konsisten di berbagai pasar, seiring  meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. Ombudsman Babel mencatat Pasar Lipat Kajang Manggar sebagai wilayah dengan tekanan harga paling tinggi. Lebih dari 40 persen komoditas berada pada kategori merah dan sekitar 35 persen kategori kuning.

 Harga cabai rawit merah di pasar tersebut mencapai Rp120.000 per kilogram atau lebih dari 100 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), serta naik sekitar 41 persen dibandingkan awal Maret yang berada pada kisaran Rp85.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain, seperti daging sapi yang mencapai Rp170.000 per kilogram, beras premium Rp18.000 per kilogram, dan telur ayam ras sekitar Rp2.200 per butir. 

Kategori merah juga mulai muncul di pasar lain. Di Pasar Induk Pangkalpinang, Pasar "Kite" Sungailiat, dan Pasar Modern Koba, harga cabai rawit merah berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp110.000 per kilogram.

 Di Pasar Modern Koba, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan mulai dua hingga 11 persen. Kenaikan harga tersebut, berdasarkan keterangan pedagang, dipengaruhi oleh tingginya permintaan serta kenaikan harga di tingkat distributor.

“Stok memang aman, tetapi harga sudah mulai bergerak naik secara signifikan. Bahkan di beberapa pasar telah masuk kategori merah. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.