Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NTB Dorong Regenerasi Petani Lewat Budidaya Cabai Masuk Sekolah

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 13:17 WIB | Oleh:
NTB Dorong Regenerasi Petani Lewat Budidaya Cabai Masuk Sekolah Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah di Mataram, Selasa (5/5).

MATARAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong regenerasi petani dengan menghadirkan program Cabai Goes to School yang menyasar siswa SMK dan SMA guna menumbuhkan minat agribisnis sejak dini di kalangan anak muda.

"Program itu bertujuan memberikan edukasi kepada siswa didik agar mereka mampu dan memiliki keinginan untuk agribisnis," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah di Mataram, Selasa (5/5).

Mirza mengatakan, pihaknya memilih cabai karena komoditas itu punya nilai ekonomi tinggi sekaligus kerap berkontribusi terhadap laju inflasi dalam struktur ekonomi Nusa Tenggara Barat.

Setiap awal tahun, harga cabai rawit merah selalu naik signifikan dan memberikan tekanan besar terhadap inflasi daerah. Harga cabai sempat menembus di atas Rp200 ribu per kilogram pada awal 2024 dan sekitar Rp150 ribu ketika awal 2025.

Harga cabai yang melambung tersebut disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari petani lokal akibat gagal panen yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan.

Menurut Mirza, edukasi budidaya cabai kepada generasi muda melalui sekolah punya manfaat strategis tidak hanya dari sisi ekonomi, namun juga aspek pengendalian harga.

"Kami mencanangkan program itu dapat diterapkan bulan ini," ucap dia.

Program Cabai Goes to School tidak lagi terbatas pada siswa SMK Pertanian, tetapi diperluas ke SMA negeri dan swasta. Langkah itu diambil untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Mirza menegaskan, program itu juga bertujuan mengubah pola pikir agar lulusan sekolah tingkat menengah tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan di bidang pertanian.

Ia berharap Cabai Goes to School dapat menciptakan generasi petani milenial yang adaptif, produktif, serta mampu menjawab tantangan sektor pertanian di masa mendatang.

Berdasarkan hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani muda di Nusa Tenggara Barat yang berumur 19 sampai 39 tahun tercatat sebanyak 225.483 orang atau sekitar 30,37 persen dari total petani di wilayah tersebut yang mencapai 742.343 orang.

Populasi petani muda paling banyak di NTB berada di Lombok Timur mencapai 55.597 orang (24,66 persen), Lombok Tengah 48.818 orang (21,65 persen), dan Kota Bima (15,46 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

27 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.