NHS Inggris Krisis, BPJS Kesehatan Perlu Belajar Agar Tak Bernasib Sama
📅 Kamis, 23 Feb 2023, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Adeng Bustomi
Dwinanda Ardhi Swasono (He/him/his), King's College London
Program National Health Services (NHS) atau Jaminan Kesehatan Nasional Inggris saat ini tengah menghadapi krisis karena berbagai faktor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sistem asuransi sosial tertua di dunia itu.
Populasi yang menua, tren penyakit kronik, kurangnya investasi fasilitas kesehatan dan penunjang, kurangnya kesejahteraan tenaga kesehatan, serta tingginya inflasi merupakan faktor-faktor yang menekan NHS.
Indonesia, yang sejak 2014 memiliki program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, perlu belajar dari masalah NHS agar tidak mengalami nasib yang sama. Perencanaan jangka panjang yang terukur diperlukan untuk menjamin kemampuan sistem kesehatan merespons tantangan masa depan.
Populasi Tua di Inggris Meningkat
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu masalah utama yang dihadapi NHS adalah ketidakmampuan sistem jaminan kesehatan menyediakan layanan yang optimal karena ketidakseimbangan antara layanan yang tersedia dan permintaan atau kebutuhan masyarakat.
Seperti beberapa negara maju lain di dunia, Inggris berhadapan dengan "bom waktu" bernama piramida populasi. Sekitar 19 persen populasi berusia 65 tahun ke atas. Usia harapan hidup rata-rata masyarakat Inggris pada 2018-2020 adalah 79 tahun untuk laki-laki dan 82,9 tahun untuk perempuan. Ini lebih tinggi sekitar 12 tahun dibandingkan saat NHS pertama kali dijalankan pada 1948.
Di satu sisi, naiknya usia harapan hidup berarti layanan NHS dan kemajuan kedokteran modern mampu mencegah kematian dini. Tapi, di sisi lain lebih banyak populasi berusia tua yang harus ditanggung oleh sistem kesehatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Populasi lanjut usia (lansia) ini lebih rentan dan jika sakit cenderung membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan pasien usia muda. Sayangnya, rata-rata pendanaan per kapita pemerintah Inggris untuk NHS tidak meningkat signifikan selama periode pergeseran demografi ini. Iuran bulanan NHS untuk warga negara ditanggung oleh negara yang sebagian besar bersumber dari pajak melalui National Insurance Contributions.
Dari dekade 2009/2010 ke 2019/2020, penambahan pendanaan rata-rata hanya 1,1% per tahun. Akibatnya lebih sedikit dokter, perawat, maupun kapasitas rawat inap yang mampu disediakan oleh NHS.
Hal ini diperberat dengan tren penyakit yang mulai bergeser kepada penyakit kronis seperti demensia, kanker, dan penyakit jantung. Penyakit jenis ini biasanya membutuhkan perawatan jangka panjang setelah pasien dipulangkan dari rumah sakit.
Ironisnya, kurangnya investasi di sektor penunjang kesehatan membuat kapasitas rumah rawat (care home) terbatas dalam menerima pasien dari rumah sakit. Akibatnya, antrean pasien terpaksa menunggu di rumah sakit dan membuat rumah sakit sulit mengakomodasi lonjakan pasien baru. Fenomena ini tampak jelas ketika Inggris harus berhadapan dengan melonjaknya pasien flu dan COVID-19 pada musim dingin.
Masalah lainnya adalah situasi ekonomi yang cukup serius di Inggris akibat tingginya inflasi. Tidak sulit untuk menemukan berita pemogokan kerja yang dilakukan oleh serikat pekerja dari berbagai profesi, termasuk tenaga kesehatan belakangan ini. Salah satu tuntutan yang umum adalah kenaikan upah.
Belajat dari NHS
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!