Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ngeri Sekali, Begini Kehancuran Organ Anak Bila Sering Terkena Asap Rokok

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 20:47 WIB | Oleh:
Ngeri Sekali, Begini Kehancuran Organ Anak Bila Sering Terkena Asap Rokok Doc: ist
Ket. bahaya merokok

JAKARTA – Para perokok mungkin tidak pernah peduli dan menyadari betap berbahayanya asap mereka bagi anak-anak di masa depan. Dokter spesialis anak konsultan respirologi dari Universitas Indonesia dr. Darmawan Budi Setyanto Sp.A (K) menyatakan, merokok di dekat anak dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ dalam tubuh anak. Kerusakan tidak hanya pada sistem saluran pernapasan, namun sampai pada kerusakan sistem saraf.

"Bahayanya bukan cuma kena sistem respiratori, sistem pernapasan, dari ujung rambut sampai ujung kaki kena bahayanya, Ya, jadi sistem saraf otak itu kena, terus jantung kena, pencernaan kena. Efeknya itu tidak usah nunggu sampai dewasa nanti," kata Darmawan ketika di hubungi, Rabu.

Ia mengatakan anak yang berada di lingkungan perokok bisa menjadi second hand smoker atau orang yang terpapar asap rokok langsung, dan third hand smoker atau menghirup residu dari asap rokok yang menempel di dinding, baju, tempat duduk dan tempat tinggal anak. Ia menjelaskan proses pajanan rokok sampai anak terkena imbas kesehatan tidak seketika tapi berlangsung lama sampai terakumulasi dan kerusakannya bertambah parah.

Ia mengatakan anak-anak yang terpajan asap rokok akan berefek pada prestasinya di sekolah, mengganggu kecerdasan dan menyebabkan gangguan perilaku seperti ADHD atau jadi hiperaktif. Asap rokok juga akan merusak sistem saluran napas dan membuat anak-anak lebih mudah terkena ISPA.

Darmawan juga mengatakan pada saat anak beranjak dewasa, pajanan rokok sejak kecil juga akan berpotensi menjadi penyakit paru kronik, penyakit jantung, yang makin lama akan semakin berat jika dia terpajan terus.

"Jadi anak-anak yang terpajan asap rokok lebih gampang kena ISPA. Asap rokok itu kan polusi ya, kalau tambahan polusi luar misalnya asap kendaraan, itu makin makin kumulatif efeknya. Kerusakannya berlangsung lama tapi sejak awal sudah mengganggu. Kalau pajanannya berhenti ya kerusakannya yang sudah terjadi, tidak bertambah parah," tambahnya.

Darmawan mengatakan untuk mengurangi kerusakan organ pada anak yang terpapar asap rokok diupayakan untuk menghentikan pajanannya sedini mungkin, dan melakukan terapi jika sudah muncul gejala penyakit.

Namun jika terjadi kerusakan di saraf pusat dan mengganggu kecerdasan dikhawatirkan tidak bisa diperbaiki. "Jadi anak-anak yang terpajan rokok dari kecil itu jangan berharap jadi generasi emas nanti. Bisa jadi generasi cemas dan lemas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.