Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mirip Tenis dan Bulu Tangkis tapi Tak Perlu Keahlian Khusus, Olahraga Padel Makin Populer di Indonesia

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Mirip Tenis dan Bulu Tangkis tapi Tak Perlu Keahlian Khusus, Olahraga Padel Makin Populer di Indonesia Doc: antara foto
Ket. Turnamen Padel pertama di Bandung.

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mendorong padel sebagai olahraga sosial atau social sport yang bisa semakin memasyarakatkan olahraga secara lebih luas, seiring dengan pertumbuhan popularitas olahraga tersebut di kota-kota besar.

“Kita ingin olahraga bukan lagi sekadar aktivitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari budaya sehari-hari yang mempererat kebersamaan dan memupuk semangat sportivitas,” kata Menpora Dito dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Minggu (15/6).

Olahraga padel memiliki pertumbuhan yang cukup cepat dalam kurun waktu satu tahun terakhir dengan menjamurnya lapangan padel di beberapa kota besar. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, terdapat lebih dari 50 lapangan padel yang tersebar di Jakarta.

Lapangan padel juga bermunculan di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah Graha Padel Club di Surabaya yang baru saja diresmikan Menpora Dito Ariotedjo, Sabtu (14/6).

Kebanyakan, lapangan olahraga padel terintegrasi dengan kafe dan pusat perkumpulan komunitas yang menjadi daya tarik berolahraga sambil bersosialisasi.

“Ini bukan sekadar tempat olahraga, tapi ruang bagi anak muda untuk berkumpul, berjejaring, dan hidup sehat. Mentorship dan komunitas seperti ini sangat dibutuhkan pemerintah,” kata Menpora terkait peresmian Graha Padel Club Surabaya.

Kemudahan dalam permainan olahraga padel yang tidak menuntut keahlian khusus turut berkontribusi menjadi daya tarik bagi banyak orang, termasuk kaum perempuan.

Meski gaya permainannya mirip dengan tenis dan bulu tangkis, padel dimainkan lebih kasual dibandingkan dengan dua jenis olahraga raket tersebut. Pemain tenis membutuhkan kekuatan untuk memukul bola, sementara badminton mengandalkan refleks dan kecepatan dalam permainannya.

Graha Padel Club menghadirkan empat lapangan padel premium, yang dirancang dengan fokus pada kenyamanan dan keamanan pemain. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan kafe, toilet utama, hingga area bermain anak.

“Ke depan, Graha Padel Club berencana menambah hingga 10 lapangan, termasuk satu lapangan utama dengan tribun berstandar internasional siap menjadi tuan rumah berbagai turnamen nasional hingga internasional,” kata pemilik Graha Padel Club Tjokro Saputrajaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

48 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.