Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merebak di Tangerang, Warga Perlu Memahami Bronko Pneumonia

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 01:56 WIB | Oleh:
Merebak di Tangerang, Warga Perlu Memahami Bronko Pneumonia Doc: ist
Ket. paru-paru

TANGERANG – Apakah Anda sudah mengenal Bronko Pneumonia, khususnya warga Kota Tangerang? Sebab menurut Dinas Kesehatan Kota Tangerang, kini ramai menyerang. Maka, dinkes mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit bronkopneumonia ini. Bronko Pneumonia adalah salah satu infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru atau saluran napas kecil.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni di Tangerang, Selasa, mengatakan penyakit ini dapat menyerang bayi, balita, anak-anak, hingga lansia karena daya tahan tubuh mereka cenderung lebih lemah. Bronko pneumonia disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti virus, jamur, maupun bakteri yang menular melalui udara (percikan batuk atau bersin) dan permukaan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih menjadi langkah penting dalam pencegahannya.

“Bronko pneumonia bisa berkembang cepat jika tidak dikenali sejak dini. Masyarakat perlu waspada terutama pada anak-anak dan lansia, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala,” kata dr Sini. Ia menuturkan gejala bronko pneumonia yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi di atas 38°C, badan menggigil, detak jantung cepat, batuk kering atau berdahak, sesak napas, dan napas cepat.

Gejala lain yang juga dapat muncul yaitu sakit kepala, nyeri dada, hilang nafsu makan, mual, muntah, hingga diare dan dehidrasi. Pada bayi, dapat terlihat tarikan dinding dada saat bernapas. Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya bronko pneumonia antara lain kurang asupan gizi, terutama pada bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan. Lingkungan tidak bersih dan sehat, paparan asap rokok atau polusi udara di dalam maupun luar rumah.

Imunisasi tidak lengkap, rumah padat penduduk, ventilasi yang buruk, serta kebiasaan tidak mencuci tangan pakai sabun. Penyakit lain seperti campak atau HIV juga dapat memperparah risiko infeksi. Apabila mengalami gejala ringan bronko pneumonia dapat dilakukan perawatan awal di rumah dengan memberikan obat sesuai gejala (obat demam atau pereda batuk), konsumsi vitamin dan oralit, Istirahat cukup, banyak minum air putih, serta Menjaga kebersihan dan menghindari asap rokok di sekitar rumah.

“Kunci utamanya adalah deteksi dini dan pencegahan. Dengan perilaku hidup bersih, pemberian gizi seimbang, serta imunisasi lengkap, bronkopneumonia dapat dicegah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.