Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyongsong Era Baru Pengelolaan Haji

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menyongsong Era Baru Pengelolaan Haji Doc: DOK BP HAJI
Ket. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf

Kementerian Haji dan Umrah diharapkan mampu menyatukan kewenangan yang selama ini tersebar, memperkuat regulasi, meningkatkan kualitas layanan, dan menata ulang manajemen dana serta antrean sehingga dapat menghadirkan tata kelola haji yang lebih terintegrasi, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan jutaan calon jamaah.

Penyelenggaraan haji di Indonesia tiap tahun terus menjadi sorotan karena kompleksitas masalah yang belum tertuntaskan, mulai dari tata kelola keuangan hingga lamanya waktu tunggu keberangkatan. Data terbaru menunjukkan bahwa ada sekitar 5,4 juta calon jamaah haji, baik reguler maupun khusus, yang dananya telah dititipkan.

Jumlah yang begitu besar ini bukan hanya menggambarkan tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji, tetapi juga menegaskan betapa panjang dan menumpuknya antrean, yang di beberapa daerah bahkan dapat mencapai puluhan tahun. Besarnya volume calon jemaah inilah yang sekaligus menempatkan pengelolaan dana haji pada posisi strategis dan rawan sorotan publik.

Kondisi ini menjadi salah satu latar belakang mengapa dalam perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Kementerian Haji dan Umrah. Institusi baru ini ditugaskan untuk mengatasi berbagai kelembagaan yang selama ini terpecah, mulai dari aspek regulasi, pelayanan, sampai pengelolaan dana dan antrean.

Pembentukan kementerian ini mencerminkan pengakuan pemerintah bahwa penyelenggaraan haji membutuhkan tata kelola yang lebih terintegrasi, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika jemaah yang terus bertambah. Dengan mandat dan struktur yang lebih fokus, pembentukan Kementerian Haji dan Umroh menjadi langkah reformasi yang menandai keseriusan pemerintah menjawab tuntutan publik.

Untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah membenahi tata kelola dan pelayanan haji, dua aspek yang selama ini menjadi akar persoalan dan sumber kritik tahunan, berikut pernyataan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf yang dilantik pada 8 September 2025 dalam beberapa kesempatan disusunwartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini.

Setelah dilantik, apa pesan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto?

Setelah pelantikan, kami diundang Presiden ke ruangan beliau, berbicara banyak hal. Dan terkait dengan haji, beliau menyampaikan apapun yang perlu dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik pada jamaah haji kita.

Apa yang disampaikan oleh presiden, penugasan kepada kami sebagai Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji untuk Bang Dahnil (Anzar Simanjuntak) merupakan amanah dan tanggung jawab yang berat.

Bagaimana Anda menyikapi tanggung jawab ini?

Saya katakan berat, karena 10 bulan terakhir, saya tahu persis bagaimana medan haji, baik di Indonesia maupun di Saudi. Karena itu, tadi saya sangat bergembira bahwa Presiden menyampaikan, lakukan apa yang perlu dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik pada jamaah haji kita. Saya kira itu.

Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto sehingga harus dibuktikan dengan manfaat dan keberadaannya terhadap bangsa. Kemenhaj tak boleh hanya menjadi formalitas melainkan juga menghadirkan kinerja nyata dan berorientasi pada target.

Kalau sekadar sama saja, tentu tidak ada gunanya, apalagi kalau lebih buruk. Kita wajib membuktikan bahwa Kemenhaj tidak salah dibentuk. Kemenhaj harus menjadi wajah baru yang berintegritas, profesional, dan berorientasi target.

20251127222543_MFI20251129.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

26 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.