Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Rosan Diminta Membawa Investasi Asing ke IKN

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Menteri Rosan Diminta Membawa Investasi Asing ke IKN Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Menteri Investasi yang baru dilantik yakni Rosan Roeslani untuk membawa investasi asing masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Untuk pembangunan investasi IKN diharapkan investor tidak hanya dari lokal, tapi juga investor asing. Mengingatbackgroundsaya juga investasi selama ini, jadi untuk lebih aktif lagi utamanya ke investor asing, karena investor lokalnya sudah terus masuk ya," kata Rosan usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/8).

Seperti dikutip dari Antara, Rosan menyampaikan investasi asing diharapkan bisa masuk terutama dari negara-negara yang sudah banyak berinvestasi di Indonesia, sehingga sudah mengenal iklim investasi di Tanah Air, seperti Singapura dan lainnya.

Dia meyakini dengan tata aturan yang jelas terkait investasi maka investasi asing segera masuk. Namun di sisi lain, dia juga menekankan Indonesia harus berkompetisi dengan negara-negara tetangga yang terus mereformasi kebijakan di negaranya.

Adapun secara umum, Rosan diminta Presiden melanjutkan pemenuhan target investasi yang sudah dicanangkan sebesar 1.650 triliun rupiah dan sudah tercapai 50,3 persen.

Dia juga diminta melanjutkan hilirisasi mineral, seperti nikel, bauksit, dan lainnya termasuk pertanian dan perkebunan. Rosan diminta mengakselerasi tugas-tugas tersebut dalam sisa masa pemerintahan dua bulan ke depan.

Capai Target

Rosan optimistis mencapai target investasi pada tahun ini sebesar 1.650 triliun rupiah. "Saya meyakini target yang sudah dicanangkan akan tercapai, karena timnya tidak berubah dan tetap ada serta justru kita akan coba mempercepat itu, sehingga target (investasi) pada akhir tahun ini bisa tercapai secara keseluruhan," ujar Rosan.

Dia menambahkan, tim Kementerian Investasi saat ini sudah bekerja dengan solid dan baik. "Insya Allah, saya selalu optimistis, apalagi tim yang ada selama ini sudah bekerja sangat baik dan solid," katanya.

Rosan akan memaksimalkan sisa waktu selama dua bulan hingga Oktober 2024 untuk melanjutkan dan mempercepat program-program yang dicanangkan oleh Menteri Investasi sebelumnya.

"Pastinya dalam sisa waktu dua bulan ini kita akan lihat skala prioritasnya itu apa. Saya akan melakukan rapat dengan seluruh pejabat eselon I dan II, serta akan melihat program-program yang selama ini sudah ada dan sudah dicanangkan akan diteruskan serta dipercepat, apabila dibutuhkan penyempurnaan, maka akan dilakukan," katanya.

Pada 2024 di bawah arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Investasi/BKPM ditargetkan mencapai realisasi investasi sebesar 1.650 triliun rupiah. Target itu dirancang untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas lima persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.