Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri LHK Ingatkan Ancaman Serius pada Sumber Daya Air Indonesia

📅 Senin, 16 Jun 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri LHK Ingatkan Ancaman Serius pada Sumber Daya Air Indonesia Doc: Antara
Ket. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq dalam diskusi daring yang diadakan Kementerian PU dipantau daring di Jakarta, Senin (16/6).

Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti bahwa Indonesia kini menghadapi potensi dampak dari tekanan terhadap sumber daya air yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan penurunan kualitas hidup.

Dalam diskusi daring dipantau daring di Jakarta, Senin (15/6), Menteri LH Hanif mengatakan kondisi sumber daya air Indonesia patut menjadi perhatian serius kita semua. Data menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Air Nasional 2024 berada di angka 54,78 atau masih di bawah target nasional 55,5.

"Tantangan utama dalam menjamin akses air bersih bagi seluruh masyarakat Indonesia melibatkan masalah lingkungan, sosial, teknis dan tata kelola yang belum terintegrasi dengan baik," jelasnya.

Padahal, kata Hanif, tekanan terhadap sumber daya air mengakibatkan terhambat mencapai ketahanan pangan dan energi, menurunnya kualitas kesehatan dan lingkungan hidup, akses air bersih dan meningkatkan bencana hidrometeorologi.

Tekanan terutama terjadi di wilayah padat penduduk dan menjadi pusat kegiatan ekonomi seperti yang terjadi di wilayah Pulau Jawa.

Tidak hanya itu, terjadi juga ketimpangan kualitas air. Dengan Pulau Jawa memiliki indeks pemanfaatan air adalah 0,27, diimbangi kebutuhan untuk air bagi pangan lebih dari 30.000 juta meter kubik per tahun.

Di sisi lain, wilayah Papua memiliki indeks pemanfaatan air 1,89 menunjukkan ketersediaan air yang lebih besar dengan pemanfaatan yang belum maksimal.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti sungai-sungai penting seperti Citarum, Berantas, Musi dan Batang Hari mengalami penurunan kualitas dalam tiga tahun terakhir. Dengan data KLH memperlihatkan sekitar 60 persen sungai di Indonesia berada dalam kondisi tercemar, akibat limbah domestik dan industri hingga sampah plastik di badan air.

Hal itu ditambah dengan adanya ancaman perubahan iklim.

"Meski Indonesia tidak memiliki gletser tetapi kita tetap harus memperhatikan dampak perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia, yang juga dapat mengancam sumber daya air yang kita miliki di Indonesia," jelasnya.

Oleh karena itu dia mengajak seluruh pihak untuk ikut menjaga sumber daya air yang ada di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.