Menko PM Targetkan 99 Persen Penduduk Terlindungi JKN pada 2029
📅 Rabu, 28 Jan 2026, 00:55 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kemenko PM
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mencatat cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan tren positif. Hingga 2025, sebanyak 98,6 persen penduduk atau sekitar 233,5 juta jiwa telah terdaftar sebagai peserta aktif.
“Keberhasilan ini untuk rakyat dan harus terus kita tingkatkan demi kesejahteraan masyarakat. Capaian ini harus dijaga bersama, tidak boleh ada pemerintah daerah yang turun peringkat UHC,” kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan di acara Universal Health Coverage Award 2026 di Jakarta, Selasa (27/1).
Lebih lanjut, Muhaimin menargetkan jumlah peserta aktif meningkat menjadi 236,1 juta orang pada 2026. Bahkan pada 2029, pemerintah menargetkan 99 persen penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan tingkat keaktifan minimal 83,5 persen.
“JKN adalah bantalan sosial negara. Kita ingin seluruh rakyat terlindungi, tidak ada lagi yang kesulitan berobat karena alasan biaya,” ujar dia.
Ia mengapresiasi kepada BPJS Kesehatan hingga kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah atas capaian universal health coverage (UHC) nasional. Muhaimin menyebut 31 provinsi dan 397 kabupaten kota lindungi 98 persen penduduk, keaktifan peserta capai 80 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau semua daerah bergerak bersama, kita optimistis target 99 persen bisa tercapai. Ini investasi besar untuk kesehatan sekaligus kesejahteraan bangsa,” kata Muhaimin Iskandar.
Sementara, Direktur utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyebutkan jumlah peserta JKN per 31 desember 2025 mencapai 282.739.458 jiwa (98,62 persen). Ia menyebutkan untuk tingkat keaktifan peserta mencapai 81,45 persen.
"Persentase peserta JKN dibandingkan jumlah penduduk Indonesia sebesar 98,62 persen sedangkan belum terdaftar JKN sebesar 1,38 persen. Pada 2014 kepesertaan mencapai 133.423.653 jiwa, 2017 mencapai 187.982.919 jiwa dan 2024 mencapai 278.096.343 jiwa,” kata Ali Ghufron. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!