Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menguat Desakan Reformasi WTO agar Lebih Adil Jalankan Tugas

📅 Senin, 12 Des 2022, 00:02 WIB | Oleh:
Menguat Desakan Reformasi WTO agar Lebih Adil Jalankan Tugas Doc: FABRICE COFFRINI/AFP
Ket. Markas Besar WTO di Jenewa, Swiss

HONG KONG - Special Administrative Region (SAR) Hong Kong di Tiongkok mendukung reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ke arah yang benar, termasuk pemulihan sistem penyelesaian sengketa yang berfungsi dengan baik dan penuh sesegera mungkin.

Sekretaris Keuangan Pemerintah SAR Hong Kong, Paul Chan, Sabtu (10/12), mengatakan saat ekonomi global sedang menghadapi berbagai tantangan, SAR Hong Kong selama bertahun-tahun telah menjadi pendukung kuat sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai intinya.

Chan menyampaikan hal itu saat bertemu Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala yang mengunjungi Tiongkok Daratan untuk menghadiri Pertemuan Meja Bundar 1+6 ke-7 pada 8-9 Desember. Chan menambahkan, SAR Hong Kong telah secara aktif mempromosikan dan membangun perdagangan bebas.

Pertemuan meja bundar tersebut, lanjut Chan, telah memberikan kontribusi berharga untuk membangun ekonomi dunia yang terbuka serta mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi global.

SAR Hong Kong juga akan semakin memperdalam berbagai perannya, di antaranya sebagai pusat keuangan internasional, pusat perdagangan, pusat penerbangan, dan pusat pengiriman.

Hal itu akan memberikan kontribusi lebih besar guna membangun hubungan lebih baik antara Tiongkok dan dunia, serta mempromosikan pembangunan bersama dan inklusif.

Bantu Petani Lokal

Pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Zainal Abidin, mendukung reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) agar badan tersebut lebih netral dan adil dalam menjalankan tugasnya.

Sebagai contoh soal tarrif barier. Negara-negara besar ingin free trade, tapi tidak fair trade, secara terang-terangan maupun sembunyi mereka melakukan tarrif barier sekaligus non tarrif barier. Kebijakan standar ganda seperti itu jelas merugikan negara-negara anggota.

"Akibatnya, petani kita yang belum siap alias kewalahan. Pertanian kita terdampak negara agraris, tapi harus mengimpor sebagian bahan pokok lain," kata Zainal Abidin ketika dihubungi Koran Jakarta, Minggu (11/12).

WTO, kata dia, seharusnya lebih adil dalam menjalankan tugasnya supaya petani di negara-negara berkembang yang merupakan masyarakat marjinal bisa tumbuh bersama.

Kemudian, pemerintah juga tidak boleh berdiam diri dengan membiarkan petani lokal bertarung dengan produk luar yang didukung penuh oleh pemerintahnya.

"Seharusnya pemerintah juga membantu petani dalam negeri agar bisa bersaing dengan gempuran produk-produk asing yang kian gencar membanjiri pasar dalam negeri," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Emas Ngulet Rp18.000

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
Megapolitan
Disdik DKI: SPMB di Jakarta...
Olahraga
Folarin Balogun
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.