Mengenal Susu Shinta di Era Panglima Jenderal M. Jusuf dan Susu Serdadu di Era Jenderal Dudung
📅 Senin, 07 Mar 2022, 17:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
JAKARTA - Susu kalengan jadi perhatian Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Bahkan Kasad mengatakan akan segera merealisasikan pengadaan susu kalengan untuk prajurit dan keluarganya termasuk untuk anak-anak prajurit.
"Kalau dulu namanya Susu Shinta, sekarang namanya Susu Serdadu," seloroh Kasad kepada awak media sebelum memimpin acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD bertempat di Gedung A.H. Nasution Mabesad Jakarta, pekan lalu, dikutip dari rilis TNI AD.
Kasad mengungkapkan rencana pengadaan susu kaleng ini sudah dikoordinasikan dengan Asisten Perencaan (Asrena) Kasad, Asisten Logistik (Aslog) Kasad, dan Asisten Operasi (Asops) Kasad. Ia mengatakan, pemberian susu ini terinspirasi dari perhatian Jenderal (Purn) M. Jusuf, eks Panglima ABRI merangkap Menteri Pertahanan dan Keamanan pada periode 1978-1983.
"Saya akan meniru Pak M Yusuf. Jadi setiap prajurit Angkatan Darat dapat susu kaleng," kata Kasad
Menurutnya, saat program Susu Shinta, dirinya pernah mendapatkan susu kaleng, lantaran merupakan anak tentara. "Dulu namanya Susu Shinta, saya anak tentara jadi dapat," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Susu merupakan salah satu minuman yang umum dikonsumsi oleh setiap orang di segala usia. Susu mengandung beragam nutrisi penting yang mampu menjaga organ tubuh tetap berfungsi dengan baik dan melindungi tubuh dari serangan penyakit.
Untuk menunjang tumbuh kembang, konsumsi susu secara rutin dianjurkan sejak masa kanak-kanak, dan khusus bagi anak-anak prajurit supaya sehat dan kuat. Sementara untuk prajurit, susu dapat membantu menurunkan risiko munculnya penyakit, seperti osteoporosis dan penyakit kardiovaskular.
Selain pemberian Susu Serdadu, Kasad meminta Asisten Logistik (Aslog) Kasad untuk memprioritaskan pembelian baju prajurit, memberikan pakaian dinas lapangan sebanyak empat stel, dua stel sepatu, empat stel kaus kaki, serta helm untuk prajurit. "Jangan sampai saya dengar lagi ada prajurit yang beli (seragam)," kata dia menegaskan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!