Mengagetkan, Banjarmasin Tingkatkan Kewaspadaan Karena Kasus DBD Naik 100 Persen
📅 Senin, 05 Feb 2024, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO
Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meningkatkan kewaspadaan karena kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) naik lebih 100 persen atau menjadi 17 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Tabiun Huda di Banjarmasin, Minggu, mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan karena jumlah penderita DBD naik dari delapan kasus pada Januari 2024 kini menjadi 17 kasus.
"Terbanyak terdeteksi kasus DBD di Banjarmasin Utara," ujarnya.
Agar tidak terjadi peningkatan kasus dan menghindari Kejadian Luar Biasa (KLB), pihaknya pun langsung melakukan tindak pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk yang sudah dilakukan sesuai surat edaran wali kota, tutur Tabiun.
Hal itu dilakukan guna memotong penyebaran penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk aedes aegypti itu.
"Dengan 3 M plus yaitu mengubur, menguras dan menutup kaleng. Dan memakai kelambu atau antinyamuk supaya tidak tergigit nyamuk," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, jika ada keluarga mengalami demam tinggi seperti terkena demam berdarah, segera bawa ke rumah sakit.
"Jangan sampai terlambat," ujarnya.
Kasus DBD untuk tingkat Provinsi Kalsel pada Januari 2024 ini cukup tinggi, angkanya di atas 1.000 orang terinfeksi virus nyamuk aedes aegypti tersebut, bahkan 20 orang di antaranya telah wafat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kasus tertinggi DBD di Kalsel terjadi di Kabupaten Banjar sebanyak 222 kasus, kemudian Hulu Sungai Tengah sebanyak 155 kasus dan Kabupaten Tanah Laut sebanyak 148 kasus.
Kota Banjarmasin di urutan 11 terbanyak kasus DBD pada Januari 2024, yakni, tujuh kasus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!