Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

📅 Senin, 16 Mar 2026, 09:37 WIB | Oleh:
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran Doc: ANTARA
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan peninjauan harga pangan di Pasar Rawasari, Jakarta, Senin (16/3/2026).

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar masih relatif stabil dan stok tersedia menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Saat melakukan peninjauan langsung di Pasar Rawasari Jakarta, Senin (16/3), Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pengawasan langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan barang dan kestabilan harga di tingkat pedagang.

Menurut dia, kehadiran pemerintah di pasar juga dapat memberikan efek psikologis kepada pedagang agar tidak menjual komoditas di atas harga acuan penjualan (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET).

"Selain itu sebenarnya dengan pengecekan ke pasar itu secara psikologis bisa mempengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal atau tidak menjual di atas HET ya. Itu terus kita lakukan," ujar Budi.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Rawasari, sejumlah komoditas utama masih berada pada kisaran harga yang wajar.

Harga ayam tercatat sekitar Rp40 ribu per kilogram, sesuai dengan HAP. Sementara bawang merah dijual Rp40 ribu per kilogram dengan HAP Rp41.500.

Minyak goreng rakyat atau Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter, atau sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

Budi menyampaikan pemerintah juga mendorong ketersediaan minyak goreng merek lain sebagai pendamping Minyakita agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang tetap terjangkau.

"Minyak second brand juga banyak. Minyak second brand ini sebenarnya minyak pendamping Minyakita jadi biar masyarakat punya banyak pilihan. Tidak hanya Minyakita yang yang terjangkau tapi juga kita ingin ada minyak-minyak lain yang terjangkau oleh masyarakat ya," katanya.

Meski demikian, Budi mengatakan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tipis, seperti cabai rawit dan telur, seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Menurut dia, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. Pemerintah akan terus memantau harga dan pasokan bahan pokok hingga periode Lebaran untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, salah satunya melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

"Jadi setiap hari itu kan ada kontribusi dari beberapa daerah. Jadi ada 550 titik pasar yang terus kita awasi, kita ikuti perkembangan harganya," terangnya.

Berdasarkan SP2KP per 13 Maret 2026, harga beras medium tercatat Rp13.680 per kilogram, beras premium Rp15.342 per kilogram, Minyakita Rp15.872 per liter, minyak goreng premium Rp21.180 per liter, daging ayam ras Rp40.462 per kilogram, telur ayam ras Rp30.879 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting Rp39.79 per kilogram, cabai rawit Rp78.079 per kilogram, cabai merah besar Rp41.630 per kilogram, bawang merah Rp39.934 per kilogram, dan bawang putih Rp36.146 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.