Mencermati Data Inflasi AS
📅 Rabu, 13 Mar 2024, 10:19 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diperkirakan terkoreksi, tengah pekan ini, usai libur panjang. Perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikta (AS) Selasa (12/3) malam WIB.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (13/3), bergerak melemah terbatas di kisaran 15.540 - 15.630 rupiah per dollar AS.
Menurut Ibrahim, proyeksi itu karena pasar saat ini tertuju pada data inflasi AS yaitu Consumer Price Index (CPI). Meski ekspektasi pasar inflasi CPI tahunan bakal stagnan di level 3,1 persen, namun terdapat kemungkinan inflasi AS bakal meningkat ke 3,2 persen.
Tanda inflasi meningkat yang terlihat dari penguatan indeks dollar AS saat ini di level 102. Sekeranjang mata uang pun terpantau melemah di hadapan dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Jumat (8/3), ditutup menguat 65 poin atau 0,41 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.590 rupiah per dollar AS. Penguatan seiring data klaim pengangguran AS yang meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ada signal yang positif dari The Fed terkait rencana penurunan suku bunga tahun ini dan data klaim pengangguran yang meningkat," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 2 Maret 2024 naik menjadi 217 ribu, lebih tinggi dari proyeksi sebesar 215 ribu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!