Menbud Sebut Film Jadi Diplomasi dan Citra Budaya Indonesia
📅 Kamis, 24 Apr 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, film selain menjadi media dalam diplomasi budaya, juga menjadi citra dalam perkembangan budaya Indonesia.
“Boleh dikatakan dalam banyak sejarah kita, ini sejarah film juga dianggap propaganda. Tetapi film ini merupakan wajah dari perkembangan budaya kita,” ujar Menbud saat membuka kegiatan diskusi bersama insan film di Jakarta, Kamis (24/4).
Ia mencatat bahwa perkembangan film Indonesia mengarah ke hal positif. “Akhir tahun lalu, penonton kita lebih dari 81 juta film Indonesia. Luar biasa. Ini tidak ada di dalam sejarah sebelumnya,” jelasnya.
Seiring dengan keberhasilan film-film asal Indonesia yang mampu menembus kancah internasional lewat berbagai gelaran bergengsi, misalnya festival film internasional Rotterdam, Filmart Hong Kong, festival film di Cannes-Prancis.
Dengan jumlah penonton film Indonesia yang makin meningkat, ia menilai film karya anak bangsa kian mendapatkan tempat istimewa di negeri sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dirinya kembali menegaskan dukungan pemerintah sebagaimana tertera dalam UUD 1945 pasal 32 ayat 1 yakni untuk memajukan dan mengembangkan Indonesia tanpa mengabaikan kebebasan masyarakat serta menjamin masyarakat dalam memelihara nilai-nilai budaya.
Menurutnya, insan film Indonesia turut serta dalam hal tersebut dan berharap festival-festival film Indonesia menjadi program yang inklusif.
"Kita harapkan festival film Indonesia itu benar-benar inklusif milik dari seluruh insan perfilman di Indonesia. Kita harapkan ada festival-festival film baik itu di kampus, pesantren yang menghadirkan film dokumenter dan sebagainya. Ini untuk menghidupkan di sekolah-sekolah budaya yang minat untuk dunia perfilman," tambah dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fadli juga mengungkapkan salah satu kendala yang dialami dalam mengembangkan dunia perfilman adalah penulisan skenario. Kementerian Kebudayaan pun bakal menghadirkan dukungan berupa lokakarya untuk melahirkan talenta dan penulis andal sehingga mampu mengangkat berbagai cerita legenda dari masing-masing daerah dari Sabang sampai Merauke.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!