Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membanggakan, Dosen Unpad Ciptakan Alat Holter Monitor Jantung yang Canggih dan Ekonomis

📅 Minggu, 17 Des 2023, 05:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Membanggakan, Dosen Unpad Ciptakan Alat Holter Monitor Jantung yang Canggih dan Ekonomis Doc: ANTARA/HO Universitas Padjadjaran
Ket. Dosen Teknik Elektro Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Arjon Turnip PhD saat berbicara dalam program Hard Talk Unpad.

Bandung - Membanggakan, dosen Teknik ElektroFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Arjon Turnip PhD bersama timnya, berhasil membuat alat holter monitor jantung yang diklaim canggih dan ekonomis.

Arjon dalam kanal berbagi video Unpad yang dipantau di Bandung Sabtu mengatakan, alat bernama Portable Smart Cardio Holter Recorder yang disebutnya memiliki banyak keunggulan ini, akan bermanfaat untuk pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) pasien jantung.

"Dengan alat ini kita hanya akan merekam jika ada dugaan gangguan, kalau normal-normal saja dia tidak akan direkam. Dengan demikian alat ini akan memudahkan kira-kira hari apa, jam berapa atau menit ke berapa gangguan itu terjadi," kataArjon.

Lebih lanjut, Arjon menyampaikan apabila alat tersebut merekam adanya gangguan, maka informasinya akan terbaca langsung oleh operator yang bisa merupakan keluarga pasien, perawat atau dokter umum, sehingga diagnosa dini dapat diperoleh dalam waktu singkat.

Hasil alat ini sendiri, berupa angka dengan nantinya ada batasan angka untuk orang yang sehat atau gangguan jantung, sehingga siapa pun bisa membaca hasilnya tanpa harus menunggu dokter jantung.

Selain itu, kata Arjon, alat ini memiliki perbedaan dengan alat EKG yang ada di rumah sakit, di mana ukurannya yang kecil dan tidak memerlukan kabel sehingga mudah dibawa ke mana-mana (wireless).

"Ini wireless. Yang di rumah sakit itu datanya direkam di kertas, kalau ini direkam di Cloud atau jaringan nir kabel, jadi bisa direproduksi, bisa dibaca ulang, bisa diprint ulang, dan seterusnya. Lalu ini alatnya kecil paling kalau dilihat itu sebesar 6x10 cm, ukuran lebar kotaknya dan tingginya itu paling sekitar 4x5 cm, jadi bisa dibawa ke mana-mana," kataArjon.

Tidak hanya itu, Arjon juga mengatakan mayoritas alat kesehatan Indonesia masih mengandalkan impor sehingga harganya jauh lebih mahal, penggunaannya tidak maksimal, dan perawatannya cenderung sulit. Maka dari itu, ia berinovasi menciptakan alat ini sebagai produk canggih buatan dalam negeri agar dapat dimiliki secara personal.

"Kalau untuk produksi kurang dari Rp4 juta harganya, udah termasuk sampai jadi, diharapkan sih bisa dimiliki personal juga karena sekarang banyak orang ternama yang kita lihat itu olahraga, habis olahraga tiba-tiba meninggal. Tentu penyakit itu tidak mungkin tiba-tiba ada, itu pasti sudah ada, tapi tidak disadari. Nah ini perlunya deteksi dini itu," katanya.

Banyaknya orang yang tiba-tiba meninggal kemudian divonis serangan jantung itu, kata Arjon, adalah latar belakang penciptaan alat ini, sementara itu di sisi lain, dokter spesialis jantung biasanya hanya terdapat di perkotaan.

"Nah bagaimana supaya masyarakat, termasuk yang ada di perdesaan itu bisa menikmati kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya, sehingga yang meninggal tiba-tiba di desa itu tidak disebut lagi kena santet, akhirnya kita mencoba bikin alat mendeteksi supaya alat itu bisa dipakai 24 jam," kataArjon.

Portable Smart Cardio Holter Recorder dibuat dalam dua versi, di mana dalam versi pertama, alat holter tersambung ke internet sehingga data pemeriksaan bisa dikirim ke cloud operator. Jika alat tersebut mendeteksi sesuatu yang mendesak maka secara otomatis bisa mengirim pesan ke operator dan berkomunikasi.

Kemudian untuk versi kedua, alat holter tanpa koneksi internet, mengingat masih banyak wilayah Indonesia yang susah jaringan internet. Alat holter versi ini dipasang SD Card untuk menyimpan sementara data pemeriksaan, lalu jika alat tersebut telah terhubung internet, maka data pemeriksaan otomatis terkirim ke Cloud operator dan dapat dibaca hasilnya.

Meskipun membutuhkan internet, kata dia, tetapi alat ini tidak membutuhkan aplikasi tambahan.

Masing-masing versi dari alat holter ini memiliki tiga bagian utama, yang pertama sensor yang merupakan modul sensor yang dipasang di badan untuk merekam data.

"Yang kedua dimasukkan ke modul prosesor sebagai filter untuk mendeteksi ada gangguan atau tidak. Yang ketiga modul untuk transmisi ke Cloud dengan teknik yang dikembangkan," kata Arjon.

Alat ini sendiri sudah diciptakan sejak tahun 2015, tetapi sempat berhenti, kemudian kembali dikembangkan pada tahun 2018 hingga saat ini.

Arjon mengungkapkan alat ini sudah pernah diuji ke pasien jantung dan tinggal menunggu izin Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK), apabila telah memenuhi izin maka nantinya alat holter ini akan diuji di beberapa puskesmas untuk monitoring pengambilan data sekaligus validasi dokter jantung yang terlibat. Tahap terakhir dari alat holter ini adalah produksi massal dan pemasaran.

Selanjutnya untuk tahun 2023 ini, Arjon dan tim mengembangkan alat holter dengan menambah jumlah sensor dan bernegosiasi dengan industri terkait. Ia berharap alat ini bisa segera diproduksi massal agar manfaatnya pun bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di perdesaan.

Dalam kesempatan itu, Arjon juga berpesan agar selalu mendukung produk inovasi yang telah dihasilkan serta selalu fokus dengan apa yang sudah dimulai.

"Untuk sivitas akademik mari kita bangun alat itu dan sebaiknya kita jangan pindah-pindah gitu loh fokus begitu. Ketika kita mulai di situ, fokus terus ke situ sampai akhirnya bisa menghasilkan produk, karena banyak juga saya lihat peneliti beda kegiatan atau beda presiden beda lagi penelitiannya, baiknya fokus mau siapapun pemimpinnya fokus di situ," kataArjon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.