Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Makin Berkobar: Iran Ancam Tebar Ranjau Laut, Teluk Persia Bisa Lumpuh Total

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 14:56 WIB | Oleh:
Makin Berkobar: Iran Ancam Tebar Ranjau Laut, Teluk Persia Bisa Lumpuh Total Doc: AFP/Karim Jaafar

ISTANBUL - Iran pada Senin (23/3) mengancam akan mengerahkan ranjau laut di seluruh Teluk Persia jika AS dan Israel menyerang pantai atau pulau-pulau Iran, memperingatkan bahwa langkah tersebut secara efektif dapat menutup jalur perairan penting di kawasan itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Fars, Dewan Pertahanan Nasional Iran mengatakan bahwa setiap upaya oleh "musuh" untuk menargetkan pantai atau pulau-pulau Iran akan menyebabkan pemasangan ranjau di jalur akses dan jalur komunikasi di seluruh Teluk.

Dikatakan bahwa langkah-langkah tersebut akan mencakup berbagai jenis ranjau laut, termasuk ranjau terapung yang dapat diluncurkan dari pantai.

Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa dalam skenario seperti itu, seluruh Teluk Persia "akan menghadapi kondisi yang mirip dengan Selat Hormuz untuk jangka waktu yang lama," yang secara efektif menutup jalur maritim.

Tanggung jawab atas hasil tersebut akan berada pada pihak yang memulai serangan, tambahnya.

Dewan tersebut juga mengatakan bahwa satu-satunya cara bagi "negara-negara non-agresif" untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman adalah "melalui koordinasi dengan Iran."

Selat Hormuz telah terganggu secara efektif sejak awal Maret. Sekitar 20 juta barel minyak biasanya melewati jalur tersebut setiap hari, dan gangguan yang ditimbulkannya telah meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Eskalasi regional terus berkobar sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

21 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.