Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa ITS Hadirkan Detergen Organik Ramah Lingkungan

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 06:42 WIB | Oleh:
Mahasiswa ITS Hadirkan Detergen Organik Ramah Lingkungan Doc: Istimewa
Ket. Tim Chozz ITS mempresentasikan produk detergen Chozz dan rencana bisnis yang akan dijalankan di ajang IYC ITB 2024

SURABAYA - Penggunaan produk berbahan dasar anorganik, khususnya di lingkup rumah tangga, terbukti berpotensi menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan. Berangkat dari hal tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan Chozz, inovasi deterjen berbahan baku minyak kelapa dan ekoenzim.

Ketua tim Chozz ITS, Rafindita Sumar Ramadhan, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir karena adanya penggunaan detergen berbahan anorganik di lingkup rumah tangga yang dinilai tidak ramah lingkungan. "Penggunaan detergen berbahan anorganik ini dapat menimbulkan permasalah serius bagi keberlangsungan lingkungan hidup," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh tim Chozz, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat bahwa pada tahun 2014 hingga 2018 kerusakan sumber daya air di Indonesia mengalami peningkatan hingga 50 persen. Sedangkan, pada tahun 2021 distribusi volume sumber daya air terbesar di Indonesia sudah dipegang oleh pihak rumah tangga.

Angka tersebut juga menunjukkan bahwa skala rumah tangga juga berkontribusi menyumbang pencemaran pada sumber daya air. Salah satu sumber pencemaran yang berasal dari rumah tangga adalah adanya penggunaan detergen anorganik tersebut. "Chozz adalah inovasi yang dapat menggantikan peran detergen anorganik," terang mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS tersebut.

Inovasi yang dibawa tim Chozz ini memiliki bahan penyusun organik yang dinilai lebih ramah lingkungan. Memanfaatkan sumber daya yang mudah ditemui, tim Chozz membuat detergen dengan bahan dasar minyak kelapa dan ekoenzim. "Penggunaan bahan organik ini diharapkan dapat mencegah serta menurunkan pencemaran air yang ditimbulkan rumah tangga," imbuh Rafin.

Ia menjelaskan alasan di balik pemilihan bahan baku minyak kelapa tersebut karena adanya sumber daya kelapa yang berlimpah di Indonesia. Sedangkan, ekoenzim yang merupakan produk fermentasi limbah organik dipilih karena telah terbukti memiliki kemampuan membersihkan. "Kami juga menggunakan essential oil sebagai pewangi dan soda api untuk memadatkan adonan detergen," paparnya.

Tim Chozz membuat produk detergennya dalam bentuk padatan dengan takaran yang telah disesuaikan, di mana satu buah padatan detergen dapat digunakan untuk membersihkan lima kilogram pakaian. Hal ini juga merupakan inovasi yang dibawa Chozz selain inovasi bahan baku organiknya. "Kami membuat Chozz dalam bentuk padatan supaya lebih efisien," terang mahasiswa angkatan 2023 tersebut.

Lebih lanjut, menurut Rafin, proses pembuatan Chozz tergolong sederhana. Bahan-bahannya yang terdiri dari minyak kelapa, ekoenzim, essential oil, dan soda api cukup dicampur menjadi satu dengan takaran tertentu kemudian dicetak hingga mengeras. Meskipun demikian, setelah pembuatan prototype dan tahap uji coba, Chozz terbukti memiliki kelarutan serta kemampuan membersihkan yang baik.

Inovasi tim Chozz ini pun telah berhasil menyabet juara II di ajang Internasional Youthpreneur Competition (IYC) 2024 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), belum lama ini. Selain membawa inovasi produk yang menarik, tim Chozz ITS juga merancang rencana bisnisnya yang akan dijalankan mulai dari strategi pemasaran hingga perencanaan finansial.

Terakhir, Rafin dan anggota timnya turut mengungkapkan rasa senang dan bangganya karena berhasil menyabet juara di tahun pertama perkuliahannya. Tim Chozz ITS ini berharap inovasi detergen organik yang dikembangkannya dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya penggunaan bahan anorganik bagi lingkungan sekitar. "Harapan terbesar kami, semoga produk ini dapat memperbaiki kualitas lingkungan hidup ke depannya," ungkap Rafin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

29 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.